fbpx
Ragam Bangsa

Mengenal Jenis-jenis Garam, Mana yang Lebih Sehat

SEMARANG, energibangsa.id — Garam menjadi bahan dapur yang selau digunakan dalam berbagai masakan. Bahkan muncul pepatah ‘bagaikan sayur tanpa garam’.

Garam merupakan mineral kristal yang terdiri atas sodium dan klorin. Garam sendiri ternyata ada banyak jenisnya, perbedaan dari segi rasa, tekstur, hingga kandungan mineral di dalamnya.

Yuk, kenali jenis-jenis garam dalam masakan!

1. Garam meja

Garam meja merupakan garam yang paling sering ditemui yang digunakan untuk memasak. Melewati banyak proses pengolahan, garam ini memiliki tekstur yang sangat halus.

Garam meja mengandung natrium klorida murni 97% atau lebih tinggi. Garam meja juga mengandung caking agents yang menyebabkan tidak mudah menggumpal.

Diperkaya dengan kandungan yodium, garam meja dapat mencegah kekurangan yodium yang dapat menyebabkan hipertiroidisme, cacat intelektual, dan berbagai masalah kesehatan.

2. Garam laut

Sama seperti garam meja, garam laut mengandung banyak natrium klorida. Dihasilkan dengan cara menguapkan air laut, kandungan garam laut bergantung pada proses dan sumbernya.

Garam laut bisa mengandung berbagai mineral, seperti zat besi, zinc, dan kalium. Semakin gelap warna garam laut, artinya semakin tinggi kandungan kotoran dan unsur mineralnya.

Garam laut murni yang dibuat di laut bisa saja tercemar oleh sejumlah logam dan mikroplastik. Garam laut memiliki tekstur yang lebih kasar dan rasa yang kuat dari garam meja.

3. Garam himalaya

Garam himalaya berasal dari Khewra Salt Mine, tambang terbesar di dunia yang berada di Pakistan.

Mengandung sejumlah besi oksida menyebabkan warna garam himalaya merah muda. Garam himalaya hanya mengandung sejumlah kecil kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.

Jika dibandingkan dengan garam meja, garam himalaya mengandung natrium lebih rendah.

4. Garam kosher

Memiliki tekstur kasar dan tak beraturan, garam kosher ternyata sangat efisien dalam mengekstraksi darah. Tak hanya pada tekstur, ukurannya pun lebih besar sehingga memudahkan untuk dijumput menggunakan jari.

Yang membedakan garam kosher dengan garam lain adalah garam kosher tidak mengandung agen anti-caking dan yodium yang menyebabkan garam ini mudah menggumpal.

Namun, rasa yang dimiliki garam kosher ini tak kalah dengan garam lainnya.

5. Garam celtic

Merupakan jenis garam laut yang memiliki warna keabu-abuan, garam ini juga memiliki sedikit kandungan air yang menyebabkan garam ini cukup lembab.

Itulah beberapa jenis garam yang perlu kamu ketahui yang bisa ditambahkan dalam masakan. Kandungan dari setiap jenis garam memang tidak jauh berbeda, itulah mengapa manfaatnya pun juga tidak akan jauh berbeda.

Sehingga pemilihan penggunaan garam dalam masakan tergantung pada pilihan dan kesukaan masing-masing. Tapi, penggunaannya juga jangan terlalu berlebihan ya!

(Annisaa/EB).

Related Articles

Back to top button