INSPIRASI INDONESIAKarya Bangsa

Mengenal Exovillage.com, Marketplace Wisata Desa Karya UNDIP

SEMARANG, energibangsa.id – Meski memiliki banyak tempat wisata yang eksotis, tidak semua destinasi menarik di Indonesia mudah ditemukan.

Sebagian besar pelacong hanya mengenal Bali, Lombok dan Yogyakarta. Kondisi tersebut membuat destinasi lain kurang diminati karena minimnya akses informasi.

Untuk memecahkan masalah tersebut, Universitas Diponegoro (UNDIP) mengembangkan Marketplace Desa Wisata yang dapat diakses secara online oleh netizen di seluruh dunia.

Peduli Potensi Desa

Adalah Exovillage.com, sebuah platform marketplace digital yang dimaksudkan untuk membantu desa-desa untuk mengexpose potensi desanya di dunia maya.

Prof Budi Setyono, Wakil Rektor I Universitas Diponegoro, menyebut bahwa Exovillage dibuat oleh tim peneliti Universitas Diponegoro yang diketuai oleh Dr. Rina Martini, MSi.

Menurut Prof Budi, dengan aplikasi ini, desa dapat mengupload potensi mereka dalam bidang pertanian, perkebunan, industri kreatif, pariwisata, kuliner dan lainnya.

“Mereka (user di desa) juga dapat mengekspose kegiatan yang ada di desa, seperti upacara adat, tradisi keseharian, keagamaan, lomba-lomba tradisional, dan event lainnya,” ujar Prof Budi pada energibangsa.id, Kamis (10/12) via pesan elektronik.

Pengabdian Masyarakat

Prof Budi menegaskan, bahwa Exovillage.com; salah satu StartUp Digital binaan Universitas Diponegoro ini sementara masih bersifat sosial atau pengabdian, berkaitan dengan KKN dan pengabdian dosen ke masyarakat.

Sebagaimana diketahui, aktivitas nonpertanian di pedesaan mengalami ekspansi yang minim karena jangkauan pasarnya sangat terbatas pada perekonomian lokal.

Berdasarkan data Dispermades Jateng, hampir 75% produksi usaha desa hanya dikonsumsi di kabupaten yang sama.

exovillage
interface exovillage.com menampilkan desa-dewa wisata

Hal itu terjadi karena industri kecil-menengah umumnya tidak memiliki sumber daya untuk mendongkrak pasar mereka.

Setidaknya, itulah alasan mengapa jajaran peneliti di UNDIP menciptakan exovillage, karena memahami bahwa ekspansi pasar melalui tehnologi digital menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar lagi.

Rebound Ekonomi Desa

Denny Septiviant, SH, Tim Ahli Dana Desa, mengapresiasi ide rintisan karya dosen UNDIP itu.

“Aplikasi itu bagus, sebagai upaya Undip untuk ikut memajukan desa sebagaimana menteri menghendaki adanya Pertides. Di masa pandemi ini, untuk rebound ekonomi desa,” jelas Founder GerbangDesa.id ini pada energibangsa.id

Denny menyebut desa-desa di Jawa tengah itu membutuhkan platform digital yang bisa membantu desa untuk mempublikasikan dan memarketkan potensi desa baik berupa wisata, sosial, budaya, maupun produk unggulan desa (prudes).

exovillage menampilkan tempat pembelian souvenir

Founder GerbangDesa.id ini berharap aplikasi karya anak bangsa ini bisa berfungsi sebagai marketplace desa yang bisa mengkoneksikan antara desa, BUMDES, UMKM dalam Skala desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional bahkan internasional.

Apresiasi Tenaga Ahli Kemendesa

Tenaga Ahli Madya Pengembangan Ekonomi Lokal Jawa Tengah Kemendesa PDTT, Insan Mahmud, juga turut mengapresiasi ide kreatif anak bangsa dari UNDIP itu.

“Menurut saya ini positif, hari ini desa-desa di Jawa tengah itu membutuhkan platform digital yang bisa membantu desa untuk mengexplore potensi desa baik berupa wisata, sosial, budaya, maupun produk unggulan desa (prudes),” jelasnya.

Insan Mahmud berharap Exovillage.com mampu mendorong tumbuhnya kunjungan wisatawan ke desa sebanyak-banyaknya.

Sehingga akan tercipta multi-player economic effect yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Semoga dengan adanya Exovillage.com, visitasi dan jumlah Desa wisata akan tumbuh dan Desa akan menemukan potensinya di pasar regional dan global, dan tentu saja diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah sekitarnya. (yab/EB)

Related Articles

Back to top button