fbpx
Nasional

Mengenal Alas Purwo yang Kini Jadi Cagar Biosfer UNESCO dan Geopark Nasional

ENERGIBANGSA.ID – Taman Nasional Alas Purwo yang terletak di Kabupaten Banyuwangi saat ini resmi ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO-PBB dan Geopark Nasional.

Penetapan sebagai salah satu kawasan Taman Bumi atau Geological Park (Geopark) Nasional telah dilakukan pada tahun 2018 kemarin oleh Komite Geopark Nasional.

Sementara status sebagai Cagar Biosfer Dunia ditetapkan oleh UNESCO untuk TN Alas Purwo dan Taman Wisata Alam Kawah Ijen yang kemudian dinamai Cagar Alam Blambangan.

Hal itu dilakukan oleh UNESCO pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO ke-28 di Kota Lima, Peru, 18-20 Maret 2016 silam.

Optimalkan wisata berbasis alam

Menurut Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, penetapan tersebut menjadi pendorong Banyuwangi untuk mengoptimalkan sektor pariwisata berbasis alam.

Bupati Anas menyebut, status Geopark akan semakin melengkapi keberadaan Taman Nasional Alas Purwo yang sebelumnya ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Anas juga mengatakan, perbaikan aksesibilitas ke TN Alas Purwo adalah wujud dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan pariwisata daerah. Sementara pada 2018 lalu, pemerintah pusat menggelontorkan Rp50 miliar untuk perbaikan infrastruktur tersebut.

Berbagai event Banyuwangi Festival juga pernah digelar di Alas Purwo, diantaranya Alas Purwo Geopark Green, Internasional Tour de Banyuwangi Ijen dan Savana Dualthon.

Tak hanya berskala nasional, event tersebut bahkan diikuti sejumlah atlet luar negeri seperti Austria, Belanda, Amerika, Iran dan Prancis.

Sementara peserta nasional berasal dari Lampung, Jakarta, Surabaya, Malang, Probolinggo, Jember, Lumajang dan Bali.

Jumlah kunjungan meningkat

Data Balai TN Alas Purwo menunjukkan, meningkatnya jumlah kunjungan pada 2018. Jumlah wisatawan 134.130 orang pada 2016, lalu hanya naik 2,46 persen menjadi 137.430 orang pada 2017.

Kenaikan tajam terasa pada 2018, yaitu mencapai 53,5 persen menjadi 211.049 wisatawan. Namun sayangnya, di tengah pandemi Covid-19 ini  kunjungan ke TN Alas Purwo dibatasi.

Tragisnya, akses pewisatawan yang datang untuk rekreasi ke TN Alas Purwo bahkan beberapa kali ditutup. (ara/ EB)

Related Articles

Back to top button