fbpx
Nasional

Menerka Sosok Paling Untung dari KLB Partai Demokrat

ENERGIBANGSA.ID—Partai SBY, Demokrat, tiba-tiba digoyang isu kudeta. Ada sejumlah mantan politisi yang terlibat, diantaranya Jhoni Allen, Max Sopacua, Muhammad Nazaruddin hingga Marzuki Alie.

Dan, isu kudeta Partai Demokrat menjadi kenyataan.

Jebolan Partai SBY kemudian menyelenggarakan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021.

Rocky respon keras Mahfud MD

Rocky Gerung, misalnya, blak-blakan merespons keras pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terkait KLB Demokrat.

Dikutip dari GenPi.co, Senin (8/3/2021) Mahfud MD pernah mengatakan bahwa pemerintah tidak bisa ikut campur dan melarang adanya KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Jumat (5/3/2021).

Lewatm kanal YouTube-nya, Rocky Gerung menilai bahwa Mahfud MD sedang mencari-cari alasan dengan mengungkit kasus PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Din Syamsuddin juga singgung keterlibatan Jokowi

Dilansir dari CNN, Senin (8/3/2021), Guru Besar Pemikiran Politik Islam FISIP UIN Jakarta Din Syamsuddin juga menyinggung keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam prahara Partai Demokrat.

Prahara itu tak lain langkah kudeta Partai Demokrat yang dilakukan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

Din menyampaikan campur tangan Jokowi perlu ditelisik.

Sebab hal itu menentukan sikap pemerintah terhadap jalannya demokrasi.

Untungkan AHY?

Ditinjau dari aspek politis, prahara Partai Demokrat di sisi lain justru menguntungkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Fenomena kudeta justru berpotensi naikkan elektabilitas putra Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Puskapol Fisip Universitas Indonesia Aditya Perdana.

Ia menilai, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai demokrat yang menetapkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko jadi ketua umum bisa menguntungkan AHY

Aditya mengatakan AHY berpotensi mendulang efek elektoral. Namun, ia harus melewati ujian berat mempertahankan Demokrat dari perpecahan.

Ujian berat!

“(Bisa menguntungkan) kalau ternyata AHY mampu membuktikan soliditas sampai di level bawah dan itu sangat kuat, tidak ada yang berpindah ke Moeldoko,” kata Aditya seperti ditulis CNN, Senin (8/3/2021).

Dia menyampaikan ujian itu sangat berat. Sebab AHY harus memastikan seluruh elemen Demokrat, dari elite sampai akar rumput, loyal pada kepemimpinannya.

Di saat yang sama, kubu Moeldoko juga akan melakukan hal serupa.

Aditya menilai kubu Moeldoko akan menggunakan berbagai cara untuk mengesahkan kepemimpinannya.

“Ketika riil nanti masuk ranah hukum, banyak ada yang goyah atau tidak, itu tugas AHY. Kepemimpinannya kuat atau tidak, ujian paling riilnya di situ,” ujar Aditya.

Ini alasannya!

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Chaniago berpendapat serupa.

Pangi berpendapat AHY diuntungkan karena publik kebanyakan tak sepakat dengan aksi kudeta itu.

“KLB-nya gol, tapi tekanan publik, masyarakat, tokoh demokrasi, aktivis enggak ada yang bela. Yang bela Moeldoko tinggal buzzer dan otak intelektual KLB,” kata Pangi.

Meski begitu, Pangi menilai keuntungan elektoral yang didapat AHY hanya bonus.

Sebelum itu, AHY harus berhadapan dengan kudeta yang dimotori Moeldoko, seorang pejabat teras Istana.

Jika AHY memenangkan pertarungan, maka ia akan menjadi bintang terang.

Sebaliknya, karier AHY terancam jika Moeldoko berhasil mendapat legalitas sebagai pimpinan baru Demokrat. (dd)

Related Articles

Back to top button