asri akbar
asri akbar (foto:jawapos.com)
Inspirasi BangsaSports

Menanti Magis Asri Akbar di Persijap Jepara

0

ENERGIBANGSA.ID – Pria berkepala ini tiga sudah pernah ikut dua edisi final Piala Presiden. Hasilnya nihil, setelah peluit panjang ditiup ia duduk di lapangan setelah pertandingan lalu berjalan menepuk bahu kawan-kawanya agar tetap bersemangat. Saling menguatkan satu sama lain, melihat masa depan klubnya akan lebih berprestasi di luar Piala Presiden.

Sesekali, rambut gondrong menutupi jarak pandanganya disingkap. Orang seringkali menyebutnya the next Samsul Chaerudin, gelandang bertahan asal Celebes yang terkenal lugas dan sama-sama berambut gondrong.  Sebagian orang juga melihat kemiripannya dengan “gondrong Hariono”, lugas dan tanpa kompromi saat menjaga area tengah.

Tapi Asri Akbar berbeda. Pria kelahiran Jengawa, Goa, Sulawesi Selatan 35 lima tahun silam itu, dianggap perpaduan antara kelugasan “Hariono” dan kelihaian “Samsul Chaerudin” menjadi pemotong awal serangan lawan. Posisinya sebagai gelandang bertahan  (defending  mieldfilder) tak hanya mampu mengejar memotong serangan tapi juga membaca gerakan lawan dengan ciamik.

Banyak dari kita yang tidak terlalu familiar dengan deretan gelandang bertahan sekaliber, Samsul Chaerudin, Hariono, Sandy Sute, Asep Berlian yang dianggap sebagai “pencuci piring” yang identik dengan tugas-tugas kotor, seperti menghentikan serangan lawan dengan berbagai cara.

Idiom “bola boleh lewat, sedangkan lawan tidak” seolah menjadi salah satu tugas pemain bertahan yang seringkali menutup mata untuk memujinya.  Sebab pemain bola tidak sekadar diapresiasi melalui “jumlah gol” melainkan teknik organisasi dan implementasi taktikal yang diinginkan oleh pelatih.

Di tubuh mantan pemain Borneo FC ini, kemampuan itu ada. Keputusannya setelah dipinjamkan Persita Tanggerang pindah ke Persija Jepara adalah kabar baik. Pengalaman membela klub-klub liga 1 dan pernah mengantarkan tiga klub final Piala Presiden (Sriwijaya FC, Borneo FC, Persija (juara) ) dan 1 titel Liga Indonesia menjadi jawaban.

Meski usianya sudah 35, bermain untuk Laskar Kalinyamat tentu menjadi modal. Selain bermain di lapangan sebagai gelandang bertahan tentu dia akan menjadi tentor bagi pemain-pemain yang berusia emas.

Jika disandingkan dengan gelandang masa lampau, Asri lebih identik dengan gelandang bertahan ala Patrick Vierra. Memiliki mental petarung dan spirit yang kuat. Kemampuan ini akan padu jika pelatih mampu memberikan formulasi di lapangan yang tepat. Misalnya dengan strategi 4-4-2 atau 4-2-1-3.

Ia akan menjadi pemotong serangan yang lugas dan membagi bola kepada gelandang serang maupun sayap. Formasi 4-4-2 atau 4-2-1-3 ini juga akan memberikan keleluasan bagi gelandang serang saat menghadapi sepak pojok. Mantan pemain Persiba itu sesekali mampu menggetarkan jalan klub lawan dengan tendangan jarak jauhnya.

Meski role-play nya tidak semenarik Makelele yang mampu i membaca permainan  lawan. Bukan merusak dengan pelanggaran keras dia memotong serangan lawan dengan intersep, yang kemudian hari disebut “Makelele Role”. Namun spirit dan pengalaman mantan pemain Sriwijaya FC ini perlu diwaspadai dan mampu mengankat  tim Kota Ukir yang telah lama tak mencicipi liga utama di Indonesia.

Asri Akbar pun pada akhirnya dapat tersenyum lebar. Tekadnya mengurungkan pensiun di Borneo FC lalu dipinjamkan ke Persita Tanggerang. Musim 2020 ini pemain senior ini diikat kontrak Persijap Jepara dan didapuk menjadi kapten kesebelasan tim dari Kota Ukir itu.

Di klub sebelumnya, Asri Akbar adalah salah satu kunci timnya menjadi juara. Adalah menjadi jalan ninjanya untuk membela Laskar Kalinyamat demi tujuan mulia: menghantarkan ke Liga 1 musim ini. Apakah Asri Akbar bisa? Kita tunggu saja sihirnya.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain
Pemerhati Sosial dan Sepakbola Modern Tanah Air

Jaga Masyarakat, BKM Sasono Mulyo Gandeng Bankom Semprot Disinfektan

Previous article

Warga Jepara Ini Usulkan Semua Pejabat Negara Iuran 1 Juta untuk Subsidi Warga Atas Corona

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.