Essai

Menanamkan Mental Wirausaha Sejak Bangku Sekolah

ENERGIBANGSA.ID – Apa itu kewirausahaan? Mengapa berwirusaha? Bagamana caranya? Semua ingin berwirausaha, semua orang ingin berbisnis tapi tidak semua orang mau melakukan hal-hal yang terkesan remeh, receh, bahkan kadang-kadang juga ‘dihina’.

Lho, kok begitu? kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan ke depan. Sehingga hal tersebut bisa menjadi ciri khas dari apa yang dilakukan seseorang.

Secara sederhana, kewirausahaan adalah mengembangkan diri yang akhirnya menjadi ciri khas seorang individu. Efek dari kewirausahaan banyak, salah satunya adalah bisnis.

Lalu apa bedanya wirausaha dengan bisnis?

Bisnis adalah urusan, selama kita masih punya urusan berarti kita punya bisnis. Bisnis bisa juga efek yang ditimbulkan dari kewirausahaan. Kewirausahaan tentang pengembangan dan identifikasi, sedangkan bisnis tentang urusan untung dan rugi.

Untuk belajar bisnis kita harus melalui proses pengembangan dan identifikasi dulu. Dalam materi yang ada di dunia pendidikan yang kita tahu mengenai kewirausahaan adalah tentang untung dan rugi saja.

Tapi mengenai pengembangan, identifikasi, hingga visi hidup jarang disentuh. Sehingga dalam prakteknya materi kewirausahaan hanya diidentifikasikan dengan hal-hal yang tentang jualan sabun, jualan jajanan, jualan jus, jualan jilbab online, dan sejenisnya.

Tapi tentang mengasah diri, memanajemen diri, mengevaluasi diri, mengembangkan visi kehidupan yang merupakan dasar dari kewirausahaan tidak tersentuh sedikitpun. Padahal… biasanya di sekolah / kuliah eh tiba-tiba langsung disuruh bikin usaha, usaha apa coba? Mumet kan? Wkwkkw

Terus bagaimana cara menanamkan hal-hal tentang wirausaha ke adik-adik kita? Ya anak sekolahan lah, kira-kira selevel SMP, SMA apalagi SMK, dimana sekolah menengah model ini memilik jargon “SMK Bisa!!” Lha bisa apa?!

Sebelum membahas caranya, dalam pengalaman saya sebagai ex-guru disebuah sekolah, saya akan menceritakan kendala-kendala dalam mengajarkan kewirausahaan di usia-usia sekolah tadi.

Banyak sekali kendala-kendala dalam memberikan materi kewirausahaan untuk anak sekolahan. Di antaranya sebagai berikut :

Pertama, kewirausahaan hanya sebagai materi tanpa adanya praktik yang berkesinambungan. Kedua, tidak adanya kesadaran dan pemahaman yang baik dari pihak orang tua tentang wirausaha. Maksudnya, orang tua menyekolahkan anaknya agar menjadi PNS bukan menjadi pengusaha dan tidak mendukung sama sekali kegiatan kewirausahaan.

Ketiga, kewirausahaan hanya sebagai materi tambahan saja, alias menggugurkan kurikulum dan trend orang yang mengampu materi atau pelajaran kewirausahaan tidak paham dan tidak pernah berkecimpung di dunia kewirausahaan.

Nah, solusinya gimana? bagaimana langkah teknisnya agar bisa belajar wirausaha, bila perlu sedjak dalam kandungan, hehehehe…

Berikut adalah cara mengajarkan anak-anak usia sekolah untuk belajar berwirausaha. Pertama, jadikan asisten project. Bagi guru yang memiliki usaha sampingan, bisa diajak untuk mengerjakan project usaha (jika mumpuni). Atau disalurkan menjadi asisten projek di tempat lain,

Kedua, identifikasi kebutuhan belajar. Identifikasi apa yang anak sukai atau yang mnejadi potensi anak kemudian hal tersebut terus digali dan dikembangkan dalam rangka mengembangkan entrepreneurship pada peserta didik. Contohnya, Nay hobi gambar, bisa kita arahkan untuk terus mengembangkan bakatnya agar ia mampu berkarya dan menjual karyanya sejak dini

Ketiga, memberi sharing pengalaman tentang pengembangan diri tentang kewirausahaan secara terjun langsung.

Keempat, mengajarkan mental bernai gagal karena banyak kurikulum di sekolah yang tidak mengajarkan tentang kegagalan, makanya jadi gampang takut gagal. Kelima, Memberi projek dan mengarahkan projek kepada peserta didik untuk berwirausaha.

Keenam, praktekan! karena teori sebagus apapun tanpa praktek akan percuma.

  • Ary Senpai, Penulis Buku “Sekolah Membunuhmu”

Related Articles

Back to top button