fbpx
Lewat ke baris perkakas
Ekonomi & Bisnis

Memutar Roda Ekonomi Lewat Wisata

ENERGIBANGSA.ID – Pandemi memang tak segera beranjak pergi, namun gaya dan tatanan kebiasaan baru perlahan harus tetap ditanamkan agar masyarakat masih teteap bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Kegiatan wisata di era kebiasaan baru

Salah satunya adalah kegiatan wisata. Meski acapkali dipandang sebelah mata, kegiatan wisata sesungguhnya berpotensi besar menggerakkan perekonomian.

Perputaran keuangan mulai dari pembelian jajan (snack), makanan, upah awak bus dan transportasi lain, menjadi sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi. Tak hanya itu pedagang di kawasan obyek wisata juga bakal merasakan ‘gurihnya’ kegiatan wisata.

Kegiatan wisata di era kebiasaan baru

Agus Budi H, pengelola biro perjalanan Ziea Tour, misalnya, menyebut bahwa keuntungan menggerakkan wisata saat tidak tidaklah besar. Namun setidaknya ada perputaran ekonomi.

“Kalau dibanding dengan dulu, jauh. Ini tidak banyak, tapi paling tidak ada perputaran uang”, katanya saat mendampingi wisata bertajuk “Njajal Dolan Jogja, Bareng Konco Ziea”, Minggu (2/8/2020) awal bulan lalu.

Harga ‘Corona’

Kegiatan wisata di era kebiasaan baru

Ia juga menambahkan, wisata kali ini sebenarnya tak wajar. Sebab, semua harga telah disesuaikan dengan harga musim pandemi Covid-19.

“Ya kayak tidak normal. Sewa pemakaian bus saja, separuh harga. Harga snack, makan, kita sesuaikan harga pandemi. Jadi, harga paket per orang turun hampir 50 persen dari harga normal”, paparnya.

“Termasuk sewa jeep di area Pantai Parangtritis, juga tidak tinggi. Pengelola juga mematok dengan harga pandemi. Jadi benar-benar sinergislah”, tutupnya.

Perjalanan plesir memang tak nampak berdampak besar pada bidang ekonomi. Namun sesungguhnya, terdapat manfaat luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Jika terus digalakkan, perputaran ekonomi akan terus berjalan dan ancaman jurang resesi dapat ditepis. (liputan dd).

Related Articles

Back to top button