fbpx
Religius

Memikat Seseorang dengan Amalan Zikir, Bolehkah?

ENERGIBANGSA.ID – Pernahkah Anda merasa resah, galau, gundah gulana, atau merindukan seseorang namun tak dapat bertemu? Lantas apa yang Anda lakukan?

Bagi sebagian orang, hal yang mungkin akan mereka lakukan adalah menghubungi orang tersebut dan melakukan pertemuan. Namun bagi sebagian lain, usaha itu akan terasa sulit dan mustahil dilakukan.

Jangankan bertemu, menghubunginya lewat pesan WhatsApp saja tak berani. Untuk orang-orang dengan tipe seperti ini, merindu dalam diam dan menghampirinya melalui doa adalah jalan yang dirasa paling tepat.

Seperti yang dilakukan oleh Yui melalui akun Twitternya @hazulezah yang kemudian menjadi perbincangan banyak orang. Khususnya umat muslim di Indonesia.

Wanita asal Malaysia ini mencuitkan cara yang ia lakukan ketika merindukan seseorang, yaitu dengan membacakan surat al-fatihah, sebut namanya, lalu niatkan semoga Allah menjaga hatinya untuk kita.

Ia kemudian menambahkan bacaan “Ma Fi Qalbi Ghairullah” dan menyarankan untuk terus berpikir positif agar doa dapat dikabulkan oleh Allah SWT.

Twitnya yang viral itu kemudian mendapat banyak respon positif dari orang-orang. Banyak yang mengaku amalan tersebut sangat manjur. Salah satunya diungkapkan Olivee dalam akun Twitternya @vodkacaine yang mengaku bahwa ia kembali dihubungi oleh seseorang yang dirinduinya secara tak terduga setelah lama tidak ada kabar.

Meski banyak yang mengamini amalan tersebut sangat manjur, ada pula yang menganggap hal tersebut sebagai bid’ah karena tidak ada contoh atau teladan dari Nabi, para sahabat, dan ulama.

Ma Fi Qalbi Ghairullah sendiri memiliki arti “Tidak ada di hatiku melainkan hanya Allah”. Hal ini menyatakan bahwa kita harus selalu berserah pada Allah Ta’alla atas segala takdir.

Tidak sedikit yang berpendapat bahwa kurang sesuai apabila kita berucap “tidak ada di hatiku melainkan hanya Allah” tetapi juga mengharap agar Allah menjaga hati orang lain untuk kita.

Belum ada pendapat dari ulama terkait amalan zikir untuk orang yang sedang dirindui atau didambakan ini.

Pancabagus Abdillah, seorang agamis dari Madiun mengatakan bahwa kita perlu berhati-hati dalam masalah Agama. Meminta dan berdoa ialah masuk ke dalam kategori ibadah, dan ibadah harus memenuhi dua syarat agar di terima yakni ikhlas karena Rabbnya dan harus sesuai tuntunan Rasulullah.

Yanuar Aris Budiarto, seorang santri alumni Yanbu’ul Quran Kudus juga buka suara terkait amalan di atas. “Keimanan seseorang itu levelnya berbeda-beda ya, kalau imannya baru level awal ibadah demi dapat pahala juga nggak apa-apa, mencintai Tuhan juga sama. Kalau levelnya baru tahap awal, mencintai mahkluk ciptaan-Nya dulu juga boleh,” jelasnya pada tim energibangsa.id

Man lam yasykurinnaas lam yasykurillah, barang siapa yang tidak mensyukuri manusia maka dia tidak bersyukur pada Allah. “Jadi suka sama orang lain itu juga bisa jadi salah satu cara mensyukuri ciptaan Allah. Apalagi kalau sampai mencintai karena Allah,” lanjutnyam

Nah lalu bagaimana menurut Anda? Sudah pernah mencoba amalan zikir ini?

Related Articles

Back to top button