leindung petani merugi, kementan gencarkan asuransi tani
Kabar IndonesiaNasional

Lindungi Petani dari Resiko Merugi, Kementrian Pertanian Gencarkan Asuransi Tani

0
ilustrasi (sumber: internet)

ENERGIBANGSA.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mensosialisasikan program asuransi pertanian. Karena program ini telah memberikan manfaat positif terhadap para petani. Terutama dalam urusan mengganti resiko kerugian atas terjadinya gagal panen yang biasa menimpa petani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa meski secara alasan teknis asuransi pertanian tidak mengganti seluruh biaya kerugian, namun nilai yang dikucurkan pemerintah sebesar Rp 144 ribu per hektar atau 80 persen dari total biaya premi Rp 180 ribu masih tergolong membantu petani.

“Petani membayar hanya sisanya 20 persen atau Rp 36 ribu. Risiko yang dijamin asuransi untuk tanaman pangan padi (AUTP) meliputi banjir kekeringan dan kerusakan karena hama,” ujar Sarwo Edhy, sebagaimana dilansir Tribunnews pada Senin (20/5).

Program asuransi pertanian ini dikenal dengan sebutan AUTP. Ada juga program Asuransi Usaha Ternak Sapi dan kerbau (AUTS/K). Pelaksanaannya telah mencakup hampir di seluruh provinsi di Indonesia, khususnya wilayah yang menjadi sentra produksi padi serta peternakan.

Peminat asuransi pertanian akan terus meningkat. Apalagi, saat ini sudah ada Sistem Indivasi Asuransi Pertanian (SIAP), sebuah aplikasi pendaftaran peserta asuransi pertanian secara online.

“penggunaan aplikasi IT untuk pendaftaran peserta asuransi sangatlah penting. Hal ini terutama amat berlaku untuk meningkatkan ketertiban administrasi serta transparansi dalam kepesertaan petani,” ujar Sarwo Edy.

“Dengan aplikasi SIAP, proses pendaftaran semakin cepat dan mudah. Administrasinya juga akan lebih tertib dan peserta asuransi bisa memantau langsung,” lanjutnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini Kementan juga sedang membahas asuransi untuk cabai dan bawang. Pembahasan ini dilakukan untuk menemukan indeks resiko untuk kedua komoditas ini.

“Sampai sekarang, kami masih mempertimbangkan indeks risikonya. Untuk kedua komoditas ini besar biaya produksinya, tidak seperti padi. Kita harus melihat berapa yang di-cover asuransi, berapa besar polis, dan lainnya,” ujarnya.

Meski begitu, Sarwo Edhy melanjutkan, Kementan sudah berkomitmen akan menjamin asuransi untuk bawang merah dan cabai. Hanya saja, penentuan indeks risiko ini pun harus dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari pihak asuransi hingga para ahli.

“Bagaimanapun juga petani bawang merah dan cabai juga butuh perlindungan gagal panen seperti petani padi. Kita terus upayakan hal itu,” pungkas Sarwo Edhy.

Menurutmu, apalah langkah Pemerintah sudah tepat? Semoga program ini menjadi semangat bagi para petani dan peternak di Indonesia. (via)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Guru SD di Grobogan ini Mampu Manfaatkan Jeruk sebagai Energi Listrik

Previous article

Momen Mudik 2019, Dinkes Kota Semarang Siapkan 13 Titik Layanan Kesehatan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.