fbpx
Pendidikan

Melatih Rasa Empati Sejak Dini Mampu Meningkatkan Kreativitas Anak, Loh …

ENERGIBANGSA.ID – Tahukah kalian bahwa mengajarkan anak untuk berempati terhadap orang lain sejak dini bisa meningkatkan kreativitas mereka, loh.

Pendapat ini didukung oleh penelitian yang dilakukan selama setahun oleh University of Cambridge di Inggris.

Percobaan ini dilakukan dengan cara memberikan mata pelajaran Design & Technology (D&T) pada siswa-siswi kelas IX yang berusia antara 13 hingga 14 tahun di dua sekolah di London.

Tujuan pendidikan

Di sekolah pertama, murid diharuskan mengikuti pelajaran sesuai dengan standar kuririkum yang selama ini diterapkan selama satu tahun.

Sementara, sekolah kedua murid dibekali seperangkat alat berpikir desain teknik.

Ini bertujuan untuk mendorong kemampuan siswa untuk berpikir kreatif dan memancing rasa empati mereka dalam memecahkan persoalan-persoalan di dunia nyata.

Kedua kelompok murid tersebut dinilai kreativitasnya pada awal dan akhir tahun ajaran dengan menggunakan Torrance Test of Creative Thinking, sebuah tes psikometri yang mapan dan telah diakui keakuratannya.

Hasil menunjukkan, peningkatan kreativitas yang signifikan terjadi ada murid sekolah kedua.

Proyek yang dipimpin oleh Bill Nicholl dan Ian Hosking ini menantang para murid untuk memecahkan masalah di dunia nyata dengan memikirkan tentang perspektif dan perasaan orang lain.

Tantangannya

Tantangan khusus yang digunakan dalam riset ini adalah meminta murid-murid di sekolah intervensi untuk merancang ‘paket’ perawatan asma untuk anak-anak berusia enam tahun ke bawah.

Murid-murid diberi berbagai ‘alat-alat’ kreatif dan empati untuk mengerjakannya.

Seperti diperlihatkan data tentang jumlah kematian akibat asma pada anak-anak di Inggris.

Dan video yang menggambarkan seorang anak kecil mengalami serangan asma.

Mereka juga mengeksplorasi masalah dan menguji ide desain mereka dengan memainkan peran berbagai pemangku kepentingan.

Misalnya pasien, anggota keluarga, dan staf medis.

Perbedaan gender yang dipetakan dalam riset ini menunjukkan bahwa intervensi memungkinkan para murid untuk mengatasi beberapa hambatan belajar yang seringkali diciptakan oleh stereotip gender.

Misalnya, anak laki-laki sering kali merasa kecil hati untuk mengungkapkan emosi atau perasaan mereka di sekolah.

Namun ternyata ini adalah salah satu bidang utama di mana mereka memperoleh hasil kreatif yang signifikan, menurut hasil tes.

Di semua ruang pendidikan

Secara keseluruhan, para peneliti menegaskan bahwa temuan ini menunjukkan kebutuhan untuk memelihara ‘para pelajar yang cerdas secara emosional’ tidak hanya di kelas D&T, tetapi juga lintas mata pelajaran.

Apalagi, ada bukti-bukti ilmiah sebelumnya yang menunjukkan bahwa kapasitas empati kita menurun seiring bertambahnya usia.

Helen Demetriou, dosen dari Fakultas Pendidikan University of Cambridge mengatakan, hasil riset ini adalah sesuatu yang penting  dan perlu dipikirkan karena kurikulum pelajaran secara umum “semakin berbasis ujian”.

“Nilai yang bagus itu penting, tetapi bagi masyarakat untuk berkembang, individu yang kreatif, komunikatif, dan empati juga penting,” ujar Demetriou seperti dilansir laman resmi University of Cambridge. (ara)

Related Articles

Back to top button