fbpx
Gaya Hidup

Mau Tahu Rahasia Melawan Corona? Ini Jawabannnya

ENERGIBANGSA.ID (Jakarta) – Pandemi virus Corona yang menyerang seluruh dunia dan Indonesia tampaknya belum akan usai dalam waktu dekat ini. Pasalnya belum ada tanda-tanda virus yang diperkirakan dari Wuhan China itu akan mereda.

Beberapa negara yang diketahui berhasil menekan akan kasus positif COVID-19 ini pun malah beberapa saat ini kembali ditemukan kasus baru di negaranya tersebut. Seperti Selandia baru dan Korea Selatan.

Di Indonesia sendiri jumlah kasus posititf COVID-19 belum dapat ditekan secara signifikan. Setiap harinya

Dengan kondisi tersebut, menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh di masa pandemi merupakan cara cukup bijak agar tidak tertular COVID-19 selain selalu menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat keluar rumah, mencuci tangan dan physical distancing.

Dokter spesialis gizi klinik Juwalita Surapsari mengatakan, berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), untuk menjaga kekebalan tubuh, dibutuhkan asupan makanan dengan gizi seimbang atau well-balance diet serta aktivitas fisik yang cukup dan tidak berlebihan.

Ia menambahkan, makanan yang dikonsumsi pun harus berasal dari bahan makanan segar dan bukan olahan.

“Poin penting yang harus diterapkan adalah makan buah dan sayur dalam jumlah yang cukup, 3-5 porsi per hari,” papar Juwalita dalam webinar Health Secret Project, Kamis (23/7).

Selain asupan makanan yang cukup, kebutuhan vitamin dan mineral juga harus dipenuhi untuk membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satu asupan vitamin yang harus diperhatikan adalah vitamin C.

Juwalita mengatakan, vitamin C kaya antioksidan yang dapat melawan efek radikal bebas sehingga dapat meningkatkan imun tubuh.

Vitamin C juga berperan membantu produksi kolagen dalam kulit. Kolagen ini dapat menjaga kesehatan kulit sebagai lapisan terdepan yang melindungi daya kesehatan tubuh.

Akan tetapi, jumlah vitamin C yang dikonsumsi tidak boleh sembarangan. Sebab, konsumsi vitamin C berlebihan, seperti dari suplemen vitamin dosis tinggi, seringkali menimbulkan efek samping, seperti diare, mual, sakit kepala, nyeri ulu hati, hingga insomnia.

 “Rata-rata setiap orang membutuhkan 75-90 miligram vitamin C per hari,” terangnya seperti dikutip dari Kompas.com

Dalam memenuhi jumlah asupan tersebut, Juwalita menyarankan untuk mengonsumsi vitamin C alami yang bersumber dari buah-buahan.

Sebab, buah segar tidak hanya mengandung vitamin, tapi juga mineral, serat, dan kandungan lain yang bermanfaat bagi tubuh.

Dari sekian banyak, salah satu buah dengan kandungan vitamin C cukup tinggi adalah buah jambu kristal atau guava crystal.

Jambu Kristal

Sebagaimana data yang diterima tim Energibangsa.id, hasil riset kandungan gizi yang dilakukan SIG Laboratory pada 2019 menunjukkan, setiap 100 gram buah guava crystal mengandung 22,66 miligram vitamin C, 159,96 miligram kalsium, dan 3,86 miligram zat besi.

Juwalita mencontohkan, jika kita mengonsumsi satu buah guava crystal seberat 300 gram per hari, sudah mampu memenuhi kebutuhan vitamin C harian hingga 70 persen. Sisanya, tinggal ditambahkan dari sumber lain.

Konsumsi buah aman untuk penderita diabetes. Meskipun mengandung gula, buah memiliki kadar indeks glikemik rendah sampai sedang.

Saat memilih buah untuk dikonsumsi, sebaiknya tidak hanya melihat kandungan nutrisi dan vitaminnya.

Faktor keamanan dan kebersihan buah juga harus diperhatikan, terlebih di masa pandemi Covid-19 yang penularannya bisa terjadi lewat banyak perantara.

Sampai saat ini, kata Juwalita, penularan Covid-19 lewat makanan memang belum terbukti, tetapi masyarakat sebaiknya jangan hanya terpaku pada virus itu saja.

“Kita juga harus memperhatikan bakteri dan virus lain yang mungkin menempel di buah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, saat memilih buah sebaiknya pilih yang bebas dari berbagai kandungan berbahaya, seperti residu pestisida, residu kimia berbahaya, patogen, serta proses produksi dan distribusinya aman tanpa kontaminasi fisik yang membahayakan.

Chief Operating Officer (COO) PT Sewu Segar Nusantara Cindyanto Kristian mengungkapkan, salah satu tanda buah yang aman untuk dikonsumsi adalah buah yang berasal dari perkebunan bersertifikasi Global Good Agricultural Practice (GAP).

“Perkebunan yang sudah memiliki sertifikat Global GAP berarti sudah memiliki standar keamanan pangan yang baik,” kata pria yang akrab disapa Cindy itu.

GAP merupakan sistem sertifikasi proses produksi agrikultur agar sesuai dengan standar dunia. Sertifikasi ini memastikan keamanan produk buah untuk dikonsumsi karena bebas dari residu kimia, patogen, dan kontaminasi fisik lain.

Di samping memenuhi asupan vitamin, aktivitas olahraga juga penting dalam menjalankan gaya hidup seimbang.

Juwalita mengungkapkan, hampir semua jenis olahraga bisa dilakukan di masa pandemi. Namun yang perlu diingat, olahraga saat pandemi dilakukan untuk menjaga kebugaran dan imunitas tubuh.

“Jadi, tidak perlu olahraga terlalu berat. Misalnya, bersepeda. Itu juga sudah bagus. Tinggal porsinya disesuaikan dan cara melakukannya tepat,” ucapnya.

Sebelum olahraga, Juwalita menganjurkan, untuk mengonsumsi makanan ringan yang mengandung karbohidrat sebagai sumber energi.

Kemudian, setelah selesai berolahraga disarankan langsung memberikan tubuh asupan nutrisi agar tidak terjadi kelelahan berkepanjangan.

Asupan nutrisi yang dianjurkan Juwalita untuk dikonsumsi sebelum dan setelah olahraga adalah buah-buahan, seperti pisang.

Kandungan kalium pada pisang dapat menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh karena berkeringat saat olahraga.

Sementara itu saat bersepeda alias gowes, ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya aspek keamanan.

Brompton

Penggagas Brompton Owners Group Indonesia (Bogi), komunitas khusus pemilik sepeda Brompton, Baron Martanegara mengatakan, usahakan jangan sendirian saat bersepeda di luar ruangan.

“Tapi jangan juga berkumpul dengan terlalu banyak orang. Maksimal 5 orang dalam satu rombongan dan saling menjaga jarak, ” ucap Baron.

ia juga menganjurkan untuk tetap menggunakan masker serta menghindari bersepeda di jalur menanjak.

Pasalnya, ketika melewati jalan menanjak kebutuhan oksigen tubuh akan meningkat yang dapat menyebabkan sesak napas karena hidung dan mulut yang tertutup masker.

Nah Sobat energi, mungkin ajuran dari beberapa ahli diatas tak salah untuk kita lakukan di masa pandemi ini. Demi menjaga kesehatan tubuh diri sendiri dan orang-orang yang kita kasihi. Sebagai bentuk pencegahan dan agar tubuh kita tak muda tertular virus corona.\

Selamat mencoba teman-teman sobat energi 🙂

Related Articles

Back to top button