fbpx
Lewat ke baris perkakas
Kabar Indonesia

Mau Mulai Gaya Hidup ‘Sustainable’? Intip 7 Tips sederhana

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Saat ini istilah ‘sustainable’ atau berkelanjutan menjadi perhatian banyak khalayak. Konsep ini dikampanyekan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kelestarian terhadap alam.

Ilustrasi gaya hidup ‘sustainable’

Bagi pihak yang berkonsentrasi terhadap isu ini, istilah sustainable menjadi hal yang sangat baik. Namun bagi orang yang baru akan memulai, gaya hidup sustainable dihubungkan dengan sesuatu yang ribet dan mahal.

Kata ribet merujuk pada pengelolaan limbah dapur, daur ulang barang bekas. Sementara mahal sering dihubungkan dengan pemilihan pakaian ramah lingkungan dan sering dibanderol dengan harga tinggi.

Padahal gaya hidup sustainable juga bisa dimulai lewat hal-hal simpel. Dilansir dari CNN Indonesia untuk menyongsong gaya hidup sustainable, kamu dapat memulai dari perubahan sederhana yang diawali dari rumah:

1.Matikan lampu atau alat elektronik yang tidak dipakai. Kondisi gelap memang tidak menyenangkan, tetapi bukan keputusan tepat untuk meninggalkan kamar dengan lampu menyala.

Kebiasaan mematikan lampu juga peralatan elektronik yang sedang tidak digunakan akan membuat Anda mampu menghemat energi.

Hemat energi tidak melulu berkaitan dengan tagihan listrik di akhir bulan, tetapi juga penghematan terhadap sumber energi dari fosil.

Pembangkit listrik kebanyakan berasal dari pembakaran batubara yang berasal dari fosil. Hemat energi, berarti juga Anda sudah berkontribusi terhadap kelangsungan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui.

2.Cermat membeli baju. Harus diakui industri fashion adalah salah satu penyumbang polusi terbesar. Melansir dari Tree Clicks, industri fashion masih menyumbang polusi air, sampah beracun, juga sisa bahan yang menumpuk.

Selain itu, konsep ‘fat fashion‘ juga menyumbang sampah akibat produksi busana besar-besaran dalam waktu singkat.

Mulai sekarang Anda bisa lebih cermat membeli baju dengan memilih baju yang benar-benar akan Anda kenakan, jangka waktu penggunaan dan, pertimbangan bahan.

Pastikan Anda membeli baju dengan bahan berkualitas sehingga baju berumur panjang. Selain itu Anda bisa membeli baju-baju ‘second hand’. Baju ‘second hand’ tak jarang memiliki kondisi masih bagus dan harga miring.

3.Menggunakan tas belanja bukan kantong plastik. Saat ini hanya kota-kota tertentu yang menyetop penggunaan kantong plastik seperti di Semarang Barangkali di kota Anda masih ada toko atau minimarket menggunakan kantong plastik.

Sebaiknya, mulai budayakan menggunakan kantong belanja ramah lingkungan. Kantong belanja seperti ini bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak menimbulkan sampah.

Anda tidak harus membeli kantong belanja baru. Manfaatkan saja kaos bekas lalu jahit, atau sekadar diikat pada bagian bawah lantas jadilah kantong belanja.

4.Menggunakan popok kain. Memiliki bayi artinya musti siap dengan popok. Demi gaya hidup lebih ramah lingkungan dan ramah kantong, sebaiknya pilih popok kain.

Popok kain bisa Anda gunakan berulang dan aman untuk kulit bayi. Penggunaan popok kain memang menuntut tenaga lebih untuk mencuci dan bersih-bersih rumah, tetapi Anda akan merasakan sendiri dampaknya terhadap pengeluaran rumah tangga.

Namun begitu bukan berarti penggunaan popok sekali pakai dilarang. Anda bisa tetap menggunakan popok sekali pakai saat keluar rumah, karena memang lebih praktis.

5.Bikin kopi sendiri. Aneka produk kopi kerap menggoda untuk dicicipi. Apalagi buat Anda yang mengharuskan asupan kafein setiap hari. Daripada terus-terusan membeli kopi, jadwalkan minum kopi buatan sendiri.

Gaya Hidup
Ilustrasi gaya hidup ‘sustainable’

Membeli kopi dari kedai kopi bakal menimbulkan sampah gelas dan sedotan sekali pakai. Sedangkan kopi yang dibuat sendiri tidak akan membuat Anda buang-buang gelas sekaligus menghemat pengeluaran.

6.Tanam sawi dan jenis sayuran lain. Pandemi memunculkan inspirasi baru untuk berkebun. Sebagian orang mulai menanam, mulai dari tanaman hias sampai praktik hidroponik untuk tanaman bahan pangan.

Budidaya Tanaman Air
Kelompok Dawis Kel Sukorejo Gunungpati Semarang sedang menyiapkan tanaman sawi air secara hidroponik. Dok: istimewa

Kenapa tidak mulai saja dari menanam sawi dan jenis sayuran lain yang mudah ditanam? Jenis sayuran yang gampang tumbuh, misalnya sawi dan kangkung cukup fleksibel dijadikan olahan.

Selain itu menanam sawi dan sayuran lainnya, bukan perkara susah. Cukup pastikan kecukupan air dan sinar matahari, maka Anda bisa panen setelah sekitar sebulan sekali. Mudah, bukan?

7.Rajin membuka jendela dan ventilasi
Penting untuk menjaga sirkulasi udara di rumah dengan sering membuka jendela dan ventilasi.

Aktivitas sederhana ini dampaknya besar, mulai dari hemat energi karena tidak perlu terus menyalakan kipas atau pendingin ruangan, juga berkontribusi terhadap kesehatan keluarga. Yuk kita coba!(Sasa/EB/CNN Indonesia).

Related Articles

Back to top button