Dunia

Mau Ke Singapura? Yuk Simak Aturan Baru Untuk Pelancong

ENERGIBANGSAID (Singapura) – Mulai hari ini, Senin (10/8), para wisatawan yang memasuki Singapura harus mematuhi aturan baru yang diterapkan Pemerintah Singapura selama pandemi Covid-19.

Foto; Icon Negara Singapura

Para wisatawan wajib mematuhi layanan pemberitahuan tinggal di rumah atau Stay Home Notice (SHN) di luar fasiliras juga wajib menggunakan perangkat pemantauan elektronik.

Bersumber dari AsiaOne pada Selasa (4/8) lalu, perangkat tersebut wajib digunakan selama periode tinggal di rumah 14 hari. Selain untuk pelancong, peraturan berlau pula untuk warga negara, penduduk tetap, pemegang izin jangka panjang, pemegang izin kerja dan tanggungan mereka.Tapi anak-anak berusia 12 tahun ke bawah dibebaskan.

Dalam pernyataan Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) dan Kementerian Tenaga Kerja dan Pendidikan (MOM) Singapura, Senin (3/8) mengatakan perangkat tersebut memungkinkan otoritas untuk memantau pelancong selama SHN.

Sebab cara itu lebih efektif setelah pembatasan perjalanan dicabut.
Perangkat tersebut mampu menterjemahkan kombinasi pesan teks, panggilan suara dan video dan kunjungan rumah. Pihak berwenang mengatakan para pelancong akan dilengkapi dengan perangkat di pos-pos pemeriksaan setelah menyelesaikan imigrasi.

Mereka harus mengaktifkannya begitu sampai di tempat tinggal mereka. Jika tidak diaktifkan, pihak berwenang akan menindaklanjuti untuk menentukan lokasi mereka.

Sinyal GPS dan 4G atau Bluetooth digunakan untuk menentukan apakah seseorang berada dalam jangkauan tempat tinggalnya. Mereka yang memakai perangkat itu dapat menerima pemberitahuan selama periode tinggal di rumah dan harus disiplin. Jangan coba-coba juga merusak alat tersebut.

“Setiap upaya untuk meninggalkan tempat tinggal atau merusak perangkat elektronik akan memicu peringatan kepada pihak berwenang,” kata pernyataan bersama itu.

Setelah SHN selesai dijalani, perangkat harus dinonaktifkan dan dibuang, atau dikembalikan sesuai dengan instruksi. Mereka yang mengutak-atik atau menghapus perangkat selama periode SHN dapat didenda hingga 10 ribu Dolar Singapura atau dipenjara hingga enam bulan, atau menghadapi kedua hukuman.Untuk orang asing, ICA dan MOM juga dapat mencabut atau mempersingkat validitas dan izin kerja.

Pihak berwenang mengatakan perangkat tersebut tidak bisa menyimpan data pribadi apa pun dan tidak dapat merekam video atau audio. Data yang dikirimkan ke pihak berwenang juga dilindungi oleh enkripsi berbasis sertifikat.

“Pihak berwenang akan mematuhi dengan ketat oleh peraturan perlindungan dan melindungi data pribadi yang dikumpulkan oleh perangkat ini,” pungkas otoritas berwenang. (Sasa/EB/Jawapos.com)

Related Articles

Back to top button