fbpx
Kabar Daerah

Masak Sih? Banyak Warga Semarang yang Belum Ambil Bas Merdu

SEMARANG, energibangsa.id – Pemerintah Kota Semarang telah berusaha semaksimal mungkin bertahan menghadapi polemic pandemi yang semakin tiada hentinya. Bantuan sosial menjadi garda terdepan terhadap reaksi tanggap pemerintah untuk menolong warganya yang keterbatasan.

Dimulai sejak Bulan April berupa pemberian paket-paket sembako secara langsung. Pada Bulan September pendistribuan sembako dialihkan menjadi pemberian bantuan sosial melalui kartu bernama Bas Merdu.

Bas Merdu adalah kartu yang berisikan saldo uang sejumlah seratus ribu rupiah yang diberikan tiap bulannya tuk dibelanjakan sembako di warung-warung yang telah ditunjuk oleh Dinas Sosial Kota Semarang.

Namun sepertinya proses pendistribusian kartu Bas Merdu tidak secara merata dan menyeluruh kepada masyarakat. Masih juga terdapat kasus warga yang dinyatakan berhak untuk mendapatkan kartu tersebut malah belum mendapatkannya hingga kini, bahkan ada yang sudah mengambil tetapi dikembalikan lagi ke Bank BNI selaku bank yang bekerja sama dengan Dinsos.

Bansos sendiri belum bisa memastikan jumlah kartu yang belum diambil hingga saat ini, sembari mencari tahu alasan mengapa warga memilih untuk tidak mengambil jatah kartu tersebut.

Petugas nantinya akan mencari tahu apakah undangan belum tersampaikan kepada masyarakat atau terdapat persoalan lain semisal telah pindah rumah atau telah meninggal.

“Persoalan-persoalan itu kami inventaris. Nanti awal tahun kami akan sampaikan permasalahannya apa saja,” papar Muthohar, Selasa (22/12/2020).

Terdapat berbagai anggapan terkait bagaimana bisa terjadi salah satunya karena ingin mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementrian Sosial. Namun sesuai ketentuan yang ditetapkan warga yang menerima bantuan sosial tidak boleh mendapatkan dobel bantuan sosial.

“Kemarin saya sosialisasi di Semarang Selatan. Ada yang menyampaikan BST lebih besar, sehingga kartu Bas Merdu dikembalikan. Padahal, kartu yang dikembalikan sudah diambil (untuk berbelanja),” paparnya.

Muthohar memaparkan, bantuan melalui kartu Bas Merdu berjalan hingga Desember saja. Pihaknya telah mengeluarkan anggaran Rp 13 miliar per bulan untuk bansos Bas Merdu.

Apabila warga tidak mengambil kartu tersebut, tentu akan masuk sisa lebih pembiayaan (silpa) 2020.

Sebelumnya, pemberian bansos melalui kartu bas merdu ini sempat diapresiasi oleh DPRD Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, sistem pemberian bantuan menggunakan kartu Bas Merdu merupakan sebuah inovasi yang bisa menghidupkan warung-warung kecil yang selama ini mulai terkalahkan oleh toko modern. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button