fbpx
Ekonomi & Bisnis

Masa Pandemi, Begini Cara PT Angkasa Pura II Lakukan Terobosan Bisnis

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Adanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat sejumlah pemilik perusahaan mengalami kerugian. Hal ini terjadi karena sektor ekonomi yang tidak dapat berjalan seperti biasanya. Namun tampaknya hal ini tidak berlaku untuk PT Angkasa Pura II turut serta berada dalam ritme ketidakpastian.

Sebaliknya, di tengah masa pandemi ini PT Angkasa Pura membuat terobosan baru dalam bisnis yang dilakukan untuk mendukung kinerja keuangan perseroan agar tetap mampu bertahan.

Di dalam situasi pandemi ini, PT Angkasa Pura II memanfaatkannya untuk proses berbisnis dalam bidang pergudangan kargo yang sekaligus dapat menjadi tuas pengungkit bagi perolehan pendapatan. Selama ini dalam proses pelayanan kargo, PT Angkasa Pura bekerjasama dengan beberapa operator kargo. Namun terdapat perbedaan dalam kontribusi pendapatan per meter persegi dari masing-masing operator.

Selama ini sistem penanganan yang dilakukan masih cenderung manual yang mengakibatkan banyak barang tidak tertata dengan sistem racking. Hal ini dinilai belum menerapkan standarisasi dengan baik. Begitu juga dengan sistem pelaporan data produksi serta pendapatan yang belum real-time, tracking barang dengan sistem barcode yang belum berjalan yang membuat ketepatan laporan tidak berjalan dengan maksimal.

Dengan adanya hal tersebut, direktorat komersial Angkasa Pura II membuat terobosan baru dalam pengelolaan gudang kargo. Hal membuat pemberlakuan clustering atau pengelompokan ruang Kargo untuk dikomersilkan di tahun ini.

“Beberapa hal utama menjadi fokus kita dalam bisnis kargo di masa depan, yaitu dengan memiliki sistem pengelolaan gudang kargo berbasis teknologi, kemampuan melakukan tracking kargo dan laporan real-time. Dan tentunya mendapatkan pengelola gudang kargo yang kredibel.” ujar Ghamal Peris, Direktur Komersial, dalam kesempatan pembahasan bisnis kargo di kantor PT Angkasa Pura II, melalui siaran persnya yang diterima Republika, Jumat (11/9).

Dengan sistem terintegrasi, mengandalkan perangkat lunak, aplikasi dan hal lainnya yang dapat mengatur hingga kegiatan terkecil, seperti  sistem racking dan roller menjadi salah satu fokus manajemen saat ini. Sistem ini dipercaya dapat meningkatkan produktivitas hingga 30%  sehingga pelayanan pun menjadi lebih baik.

Selain itu, dengan adanya sistem tersebut, laporan yang bersifat real-time untuk menjaga kelancaran dalam laporan, terutama finansial dapat terwujud.

“Kami mengundang pengelola kargo internasional dan nasional untuk berkompetisi memenangkan pengelolaan cluster 2 lini 1 yang luasnya sekitar 16,000 meter persegi.  Sejauh ini sudah cukup banyak pengelola kargo yang menyatakan kepeminatannya.  Kami akan memastikan bahwa bandara sekelas Soekarno Hatta akan dikelola oleh pemain Kargo yang kredibel” kata Ghamal Peris.

Melalui model bisnis sistem cluster ini, SLA tiap pengelola dapat dikontrol dengan lebih baik, selain itu diharapkan pendapatan dari Kargo naik 100 persen di akhir. (EB/republika.co.id)

Related Articles

Back to top button