fbpx
Pendidikan

Masa Depan Riset dan Inovasi Nasional Ini Kuncinya

ENERGIBANGSA.ID  (Jakarta)– Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) mengatakan bahwa riset dan inovasi di masa depan adalah soal kolaborasi.

Yang dimana kolaborasi tersebut sudah terjadi antar instansi dan semakin gencar dilakukan setelah COVID-19 berlangsung.

Dalam penjelasannya, peneliti di masa lalu selalu digambarkan sebagai seseorang di dalam laboratorium yang mengenakan jas praktek.

Namun penggambaran tersebut sudah tak relevan lagi di masa kini menurutnya karena kolaborasi sangat dibutuhkan.

Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dilakukan oleh anak bangsa selama pandemi ini pun tak terlepas dari kolaborasi.

Bahkan di satu universitas pun, kolaborasi antar fakultas sangat dibutuhkan untuk bisa mencapai hasil yang baik.

Setelah melakukan sebuah inovasi, selanjutnya harus ada proses hilirisasi. Proses ini diperlukan agar bermanfaat secara langsung kepada masyarakat.

Hilirisasi perlu melibatkan industri, agar nantinya bisa diproduksi secara massal dan cepat.

“Jadi inilah riset dan inovasi gaya baru. Riset dan inovasi masa depan. Riset yang basisnya kolaborasi,” kata Bambang, dalam sambutannya saat membuka ulang tahun ke-42 BPPT, disiarkan melalui Youtube, Senin (24/8).

Selain itu Bambang juga menyampaikan kolaborasi di Era Industri 4.0 juga bisa dilakukan dengan teknologi.

Pihak yang terlibat didalam sebuah kolaborasi saat ini tak harus duduk di satu ruangan yang sama.

“Inilah berkah pandemi COVID-19 yang membuat para peneliti sadar, bahwa memecahkan masalah dunia, memecahkan masalah kemanusiaan tidak bisa sendirian. Harus kerjasama dan kolaborasi. Tidak boleh ada namanya ego, baik bidang institusi atau bidang ilmu,” pungkasnya. (buddy/EB/detik).

Related Articles

Back to top button