fbpx
Nasional

Ma’ruf Amin Sebut Era Digital Penyebab Orang ‘Terperangkap’ Mental Pencitraan, Benarkah?

SEMARANG, energibangsa.id – Sebagai salah satu orang yang memiliki kedudukan penting di Republik Indonesia, membuat Ma’ruf Amin menjadi tokoh publik yang segala tingkah dan perbuatannya menjadi sorotan masyarakat.

Baru-baru ini, dalam sebuah acara Haul ke-39 Mbah Hamid Pasuruan, Ma’ruf Amin mengeluarkan pernyataan jika pada saat ini ada banyak orang-orang yang terjebak dengan mental pencitraan di era digital yang semakin maju.

Banyak orang-orang yang berlomba ingin menampilkan image baik dan sempurna di depan orang lain. Setiap tindak kebaikannya diunggah oleh media secara luas. Hal tersebut terlihat dari semakin banyak munculnya orang-orang yang di menggunakan publisitas di media massa sebagai tolak ukur untuk menilai sebuah kebaikan.

“Di waktu ini ada banyak yang terjebak di mentalitas syhrah, yaitu di suatu kondisi mentalitas pencitraan diri agar ia dapat dikenal secara luas oleh khalayak,” ujarnya.

Ma’ruf menilai jika mental pencitraan yang dilakukan secara berlebihan bisa membuat niat utama menjadi terlupakan. Jika biasanya niat utama berbuat kebaikan untuk mendapatkan pahala, namun kini hanyalah sekadar menjadi citra diri yang menunjukkan jika ia adalah orang baik.

“Belum pasti apa yang di-publish di media sosial juga memiliki dampak positif yang lebih besar daripada yang tidak di-publish,” ungkapnya.

Ma’ruf juga menilai jika saat ini sifat berbagi dan kebaikan berbeda dengan orang-orang dahulu. Sifat ‘khumul’ (tindakan kebaikan yang dilakukan secara diam-diam agar tidak diketahui orang lain) sudah banyak dilupakan. Terhitung sejak perkembangan teknologi yang semakin maju membuat banyak informasi yang dapat tersebar dengan cepat dan mudah.

“Bahwa pilihan hidup khumul itu justru membawa keberkahan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Disisi lain, Ma’ruf meminta dengan adanya fenomena pencitraan tidak turut menggoyahkan niat para pemuka agama dalam menyebarkan ajaran agama melalui media digital. Sebab dunia digital juga memiliki peran yang positif apabila dapat digunakan dengan baik dan juga niat yang baik.

“Dakwah melalui digital jangkauannya lebih luas dan dapat dilakukan kapan dan di mana saja. Yang penting niatnya tetap tulus, ikhlas karena Allah Subhanahu wa ta’ala,” kata dia.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button