Religius

Marhaban Ya Syahru Sofar, Ini Doa dan Amalan Menyambut Bulan Safar 1441 H

ENERGIBANGSA.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa bulan Safar 1441 Hijriah jatuh pada Senin, 30 September 2019, atas ru’yatul hilal yang sudah disepakati di beberapa wilayah, salah satunya di di Pantai Semat, Jepara oleh Tim LF PCNU Kudus, ma’had Aly TBS Kudus, LF UNISNU, dan LF PWNU Jateng.

Hal ini sejalur dengan statemen salah satu Ahli Falak asal Madrasah NU TBS Kudus, Muhammad Syaifuddin di laman facebooknya. Bahwa awal Shafar 1441 H bertepatan dengan hari Senin (dimulai malam Senin), 30 September 2019.

Tim LF PCNU Kudus, ma’had Aly TBS Kudus, LF UNISNU, dan LF PWNU Jateng dalam aksi melihat Hilal, di pantai Semat (doc pribadi)

Dalam hitungan kalender Hirjiah, Bulan Safar merupakan bulan kedua setelah Muharram. Nama bulan ini diambil dari kata ‘Shafr‘ yang berarti kosong.

Menurut Ibnu Mandzur dalam Lisânul ‘Arab, hal ini dilatarbelakangi karena pada bulan tersebut orang-orang Makkah dalam sejarahnya berbondong-bondong pergi sehingga kota menjadi kosong.

Pada zaman Jahiliah, banyak anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan sial atau dikenal dengan istilah tasyâ-um. Bulan yang tidak memiliki kehendak apa-apa ini diyakini mengandung keburukan-keburukan sehingga ada ketakutan bagi mereka untuk melakukan hal-hal tertentu, kemudian Islam datang merevisi anggapan ini.

Nampak para ahli Falak dari PCNU Kudus, ma’had Aly TBS Kudus, UNISNU Jepara, dan PWNU Jateng bersinergi dalam penentuan Hilal, di pantai Semat (doc pribadi)

Dilansir dari laman resmi nu.online, Habib Abu Bakar al-‘Adni dalam Kitab Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar mencatat bahwa Safar merupakan bulan terjadinya beberapa peristiwa bersejarah, antara lain pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah, pernikahan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib, hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, perang pertama dalam Islam yaitu perang Abwa, penaklukan Khaibar, dan Rasulullah mengutus Usamah bin Zaid kepada pimpinan prajurit Rum tahun 11 Hijriah.

Lalu apa doa dan amalan yang bisa dibaca pada bulan Sofar? masih dalam kitab yang sama, Habib Abu Bakar al-‘Adni menuliskan doa yang bisa dibaca pada bulan Safar ini agar senantiasa mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wata’ala.

Untuk mengakses doa lengkap Bulan Sadar, materi Doa Bulan Safar bisa diklik di sini, isi doa tersebut cukup panjang, memuat puji-pujian kepada Allah dan dominasi permohonan akan perlindungan dari berbagai keburukan pada bulan dan tahun ini.

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button