fbpx
Kabar Daerah

Mantab! Sektor Industri dan Pasar Tradisional Juga Disoroti Ganjar Selama PPKM

SEMARANG, energibangsa.id – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyoroti sektor industri, perdagangan dan  pasar tradisional. Dikarenakan dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), hal tersebut tidak masuk sektor yang dibatasi.

Dilansir dari portal Humas Jateng, Senin (11/1), PPKM Jawa-Bali ini akan berlaku dari 11-25 Januari 2021 nanti.

 Maka, Ganjar meminta Dinas Perindustrian dan Perdaganagn (Disperindag) Povinsi Jateng untuk bisa berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan pelaku industri untuk patuhi protokol kesehatan.

Ganjar mengatakan, Disperindag diminta untuk bisa berkomunikasi dengan kabupaten/kota dan perusahaan yang bersangutan agar terapkan SOP yang ketat terkait protokol kesehatan. Diketahui. Saat PPKM ini banyak industri besar yang tidak tutup.

Bagaimana dengan pasar tradisional?

Sedangkan terkait pasar tradisional, Ganjar meminta bupati/wali kota untuk terapkan sistem pasar seperti yang dilakukan di Kota Salatiga. Yaitu keberhasilan terapkan menata jarak minimal satu meter antar pedagang pasar.

“Dulu pernah ada contoh umpama pasarnya itu dikeluarkan di jalan, terus kemudian dikasih tanda atau tempat seperti yang di Salatiga kemudian di Kebumen jugi ngikuti. Itu aja dilakukan lagi, kalu itu bisa, menurut saya akan bisa membantu,” ujarnya.

Total yang mengikuti PPKM Jawa-Bali di Jateng yaitu 23 daerah sedangkan terdapat 12 kabupaten/kota yang tidak melaksanakan PPKM. Namun demikian, bagi daerah yang tidak mengikuti diminta untuk selalu waspada dan tidak melonggarkan aturan.

Ganjar menjelaskan, walaupun tidak semua daerah ikut PPKM Ia meminta kepada masyarakat agar berasumsi seluruh Jateng juga ikut PPKM.

“Asumsi kita dbangun disitu. Maka tidak boleh longgar-longgar, apakah kemudian lagi musim kawinan ya dikontrol betul,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Back to top button