fbpx
Essai

Manfaat Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

oleh : Ustadz M. Syaiful S.pd.i, MA *

ENERGIBANGSA.ID – Tradisi perayaan maulid Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabi’ul Awal semakin meriah diperingati dibeberapa tempat. Walaupun perayaan tersebut terdapat pro kontra antara yang membolehkan memperingatinya dan yang tidak memperbolehkannya. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa peringatan maulid Nabi SAW mengandung banyak sekali manfaatnya. Diantaranya adalah:

Diringankan Siksa Neraka

Abu Lahab adalah paman Nabi Muhammad SAW yang selama hidupnya sangat membenci dan memusuhi Nabi SAW, oleh karena itu Allah SWT pun sampai melaknat Abu Lahab sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Lahab:


تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Artinya: “1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. 2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. 3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. 4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. 5. Yang di lehernya ada tali dari sabut. (QS. Al-Lahab: 1-5).

Walaupun Abu Lahab sudah dipastikan celaka dan akan masuk neraka sebagaimana dalam surat Al-Lahab tersebut tetapi terdapat riwayat dalam kitab Shahih Bukhari yang menceritakan bahwa siksa Abu Lahab diringankan setiap hari senin karena Abu Lahab memerdekakan budaknya yang bernama Tsuwaibah yang memberi kabar kepada Abu Lahab pada saat kelahiran keponakannya yaitu Muhammad bin Abdillah.

Al-Hafidz Syamsuddin Muhammad bin Nashiruddin Ad-Dimasyqi bersyair:

إِذَا كَانَ هذَا كَافِرًا جَاءَ ذَمُّهُ بِتَبَّتْ يَدَاهُ فِي الْجَحِيْمِ مُخَلَّدَا
أَتَى أَنَّهُ فِي يَوْمِ الْاِثْنَيْنِ دَائِمًا يُخَفَّفُ عَنْهُ لِلسُّرُوْرِ بِأَحْمَدَا
فَمَا الظَّنُّ بِالْعَبْدِ الَّذِيْ كَانَ عُمْرُهُ بِأَحْمَدَ مَسْرُوْرًا وَمَاتَ مُوَحِّدَا

Artinya: “Jika ini adalah orang kafir yang sudah dicacat dengan surat al-Lahab yang menerangkan kebinasaannya dan kekal di neraka.”
“Setiap hari Senin siksaannya diringankan sebab bahagia dengan kelahiran Ahmad.”
“Maka bagaimana dengan hamba yang selalu merasa bahagia dengan Ahmad dan meninggalnya dalam keadaan mentauhidkan Allah SWT (Islam)”.

Abu Lahab yang kafir dan sangat membenci Nabi SAW saja mendapatkan manfaat disebabkan pernah satu kali merasa bahagia dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Apalagi orang yang beriman dengan beliau SAW dan selalu merasa bahagia dengan kelahiran beliau SAW.

Perayaan Maulid Membangkitkan Semangat Bershalawat
Perayaan maulid yang sering dilakukan dalam masyarakat adalah dengan cara membaca kitab-kitab maulid, dan dengan pembacaan kitab maulid tersebut sering diikuti dengan membaca shalawat sebanyak-banyaknya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT memang memerintahkan kita untuk membaca shalawat kepada Nabi SAW sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS Al-Ahzab: 56).

Lebih Mengenal Nabi Muhammad SAW
Umat Islam diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengikuti Nabi Muhammad SAW sebagaimana firman Allah SWT:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imron: 31).
Kita tidak akan dapat mengikuti Nabi Muhammad SAW kalau kita tidak mengenal beliau lebih dekat.

Di antara cara mengenal beliau SAW adalah dengan mengikuti perayaan maulid karena di dalam perayaan maulid diceritakan sejarah, kemuliaan, akhlak dan mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Meneguhkan Hati Kita
Allah SWT berfirman:
وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ

Artinya: “Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu”. (QS. Hud: 120).

Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa Allah SWT menceritakan sejarah Nabi-Nabi terdahulu kepada Nabi Muhammad SAW adalah untuk meneguhkan hati beliau SAW. Dan tidak diragukan lagi bahwa sekarang kita juga lebih membutuhkan peneguhan hati dengan cara mendengarkan riwayat dan sejarah hidup beliau SAW.

Menumbuhkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad SAW
Ada pepatah mengatakan: “Tak kenal makannya tak sayang, tak sayang makannya tak cinta”. Semakin sering kita mendengarkan sejarah dan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW maka kita akan semakin mengenal beliau SAW, dan semakin kita mengenal beliau maka kita akan semakin mencintai beliau SAW, dan mencintai beliau SAW memang sangat diperintahkan. Nabi SAW bersabda:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِين

Artinya: “Tidak sempurna iman seseorang sampai aku (Nabi Muhammad SAW) lebih dicintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia”.

*M. Syaiful S.pd.i, MA, pengurus LP Maarif NU Jateng

DAFTAR PUSTAKA:
Abu Bakar Syatho’, Ianah Ath-Tholibin, Beirut: Dar al-Fikr, Juz 3.
Al-Bukhari, Shahih Bukhari, Maktabah Syamilah, Juz 1, Hadist 14 Dan Juz 16, Hadist 4711.
Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Adzakhoir Al-Muhammadiyah, Surabaya; Hai’ah Shofwah.
Muhammad Najih Maemon, Mu’dhom Mawaqif Wa Kalimat Al-Imam As-Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki, Rembang: Maktabah Al-Anwar, 2015.

Related Articles

Back to top button