EssaiKolom

Manajemen Budidaya Ikan Dalam Ember (BUDIKDAMBER); Peluang Bisnis di Lahan yang Sempit

oleh : Rena Oza Elfira *

ENERGIBANGSA.ID – Budikdamper ini merupakan peluang bisnisĀ  rumahan dan salah satu solusi potensial bagi budidaya perikanan dengan keterbatasan lahan dan juga penggunaan air yang hemat.

Tentunya di perkotaan lahannya sangat sempit dan terbatas dan bagaimana penyiasatan kita budidaya ikan dalam ember ini , inisiatif ataupunĀ  pengembangan yang dilakukan menjadi poin terpenting, masyarakat tetap bisa berbudidaya ikan walaupun dilahan yang sempit.

Disini bisa mencoba dengan ikan lele dan ikan gabus ataupun ikan jenis lainnya yang tidak memerlukan oksigen banyak dalam air. Salah satu manfaat dari budidaya ikan dalam ember ini kita juga bisa memanfaatkan sekaligus pengembangan akuaponik

Jenis tanaman yang bisa ditanam juga tergantung dari jenis media apa yang digunakan. Untuk tanaman yang menggunakan media Arang, Kain, dan Tanah (AKT) dapat digunakan untuk segala jenis sayuran, tetapi untuk perpaduan antara Budikdamber ini dengan tanaman sayur yaitu kangkung

Pemberian pakan juga harus diatur sedemikian rupa jumlahnya, karena jika pakan ikan tersebut tersisa bisa menyebabkan turunnya kualitas air di dalam ember.

Selama memberikan pakan terhadap ikan lihatlah dan perhatikan lebih detail respon dari ikan tersebut saat diberi makan, jika ikan sudah tidak merespon hentikan pemberian pakan. Untuk pemberian pakan terhadap ikan bisa dikalkulasikan 2-3 kali sehari.

Pengunaan probiotik disarankan untuk mengurangi bau yang ditimbukan dalam budikdamber ini. Sekaligus juga bisa mencegah adanya mikroba patogen pada ikan.

 Prinsip yang digunakan untuk budidaya ikan dalam ember sama dengan akuaponik ini menyinergikan budidaya keduanya di dalam satu wadah yang menciptakan efisiensi tempat, juga hemat listrik dan ramah lingkungan dikarenakan tidak memerlukan pupuk selama pemeliharaannya tersebut.

Pemeliharaan untuk budidaya ikan dalam ember juga diperlukan konsistensi guna mencapai hasil yang maksimal. Seperti ember yang harus terkena sinar matahari, memberikan pakan kepada ikan juga harus sesuai yaitu dengan diberikan makan 2-3 kali dalam waktu yang tetap.

Apabila nafsu makan ikan itu turun, air juga berbau busuk dan ikan yang menggantung ,alangkah baiknya untuk segera mengganti air (biasanya 10-14 hari) dan lebih memperhatikan tanaman akuaponik.

*Rena Oza Elfira, Mahasiswa FE Manajemen UNWAHAS

Related Articles

Back to top button