fbpx
Kabar IndonesiaNasional

Malaysia Kagumi Surabaya, Jadi Rujukan Belajar Tata kelola Kota

ENERGIBANGSA.ID — Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan Negara Malaysia, Zuraida Kamaruddin, memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat kunjungan kerja di kota pahlawan, Minggu (21/7).

Ia menilai, sosok perempuan pemimpin kota besar dengan jumlah penduduk yang padat, dapat melahirkan kebijakan yang mengubah Surabaya seperti sekarang.

Hal ini menjadi salah satu sebab pihaknya ingin belajar dari ide-ide Risma.

“Kepada Bu Risma saya kagum dengan pengelolaan beliau yang sangat berdedikasi dan komitmen yang tinggi. Memimpin kota yang besar dengan 3,3 juta penduduk di kota Surabaya,” kata Zuraida, dikutip energibangsa.id dari liputan6.com.

Sebelum berkunjung ke Surabaya, ia banyak mendengar perkembangan Kota Pahlawan ini yang tumbuh pesat.

Salah satunya adalah terkait pengelolaan masyarakat, rusun dan perkampungan menggiring pihaknya ingin belajar di Surabaya.

“Saya mau pelajari bagaimana strateginya dan kami coba untuk mengkorelasikan dengan keadaan di Malaysia, untuk nantinya kami terapkan,” kata dia.

Malaysia Kagumi Surabaya, Jadi Rujukan Belajar Tata kelola Kota
Potret Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan Negara Malaysia, Zuraida Kamaruddin. (dok Astro Awani )

Dia menuturkan, di Malaysia memang sudah banyak rusun, tetapi pengelolaanya masih di peringkat kerajaan.

Pihaknya ingin mencoba agar masyarakatnya mampu mengelola sendiri seperti yang terjadi di Surabaya.

Bahkan menurut dia, pengelolaan sistem smart city di Surabaya sebuah high technology.

Karena itu kemudian pihaknya ingin agar sistem itu juga bisa diimplementasikan di Malaysia.

“Saya lihat perkembangannya sangat pesat. Ide-idenya bagus, saya kira boleh diadaptasikan dan disesuaikan dengan Malaysia,” tuturnya.

Cara itu, tambah dia yang akan menurunkan anggaran pembelanjaan.

Pihaknya sedang melihat bagaimana cara untuk mengadaptasikan hal tersebut di Malaysia.

Malaysia Kagumi Surabaya, Jadi Rujukan Belajar Tata kelola Kota
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyambut dan menerima anggota delegasi Majilis Legislative Negara Bagian Selangor, Malaysia, Minggu (21/7) di ruang sidang walikota. (dok humas pemkot surabaya)

Kunjungan Zuraida bersama Rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang yang meliputi anggota delegasi Majlis Legislative Negara Bagian Selangor, Delegasi Dewan Lokal, dan organisasi non pemerintah Malaysia disambut dan diterima oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama jajarannya di Ruang Sidang Wali Kota.

Pada kesempatan itu, Risma langsung menyambut dengan salam pembuka dan paparan materi berbagai keberhasilan yang sudah dicapai oleh Pemkot Surabaya. 

Salah satunya adalah terkait perumahan dan pemukiman, yakni rumah susun (rusun).

Wali Kota Risma menyampaikan, di Indonesia termasuk Surabaya ini, status tanah kekuatan ada di tangan rakyat bukan pemerintah.

Kemudian jika ingin dilakukan penertiban atau pelebaran jalan, maka harus dibantu atau diturunkan surat keputusan (SK) Wali Kota.

Hal semacam itu yang dinilai dapat mempercepat atau memperlambat proses pengerjaan.

Malaysia Kagumi Surabaya, Jadi Rujukan Belajar Tata kelola Kota
Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. (dok Grid.ID )

Perempuan yang berusia 57 tahun ini juga menjelaskan, di Kota Surabaya juga memiliki perkampungan di tengah kota.

Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari keindahan kota, asal dijaga dan dilakukan perawatan.

Dahulu ikon perkampungan memang identik kumuh, kotor, dan tidak nyaman huni.

Berbeda dengan sekarang, perkampungan  yang ada di Kota Surabaya semakin tertata dan indah.

“Sebagai contoh kawasan Banyuurip itu sekarang sangat rapi dan bersih. Itu karena partisipasi dari warga dan pengelolaannya memang harus dijaga. Jadi perkampungan ini juga menjadi bagian dari icon kota yang tidak boleh hilang,”  tutur dia.

Sementara dalam pengelolaan rusun, Pemkot Surabaya membuat sistem baru. Dimana dalam setiap rusun sudah difasilitasi perlengkapan rumah tangga, sehingga warga yang tinggal di situ tidak perlu khawatir.

Bahkan, biaya sewanya sangat terjangkau bagi masyarakat dari penghasilan di bawah rata-rata.

“Paling mahal biaya sewa kami hanya Rp 90 ribu bapak-ibu. Kami juga membuat komitmen dengan penduduk yang tinggal di sana kalau ekonominya sudah baik saya minta untuk pindah,” terangnya.

Komitmen itu memang benar nampaknya, sebab dalam paparan tersebut juga dijelaskan bahwa tiap satu bulan sekali terdapat tim yang melakukan survey.

Apalagi, warga sekitar dan penghuni antar rusun juga saling memantau tetangganya.

“Biasanya mereka yang sudah punya mobil itu kami minta pindah, karena ekonominya membaik,” imbuhnya.

Pertemuan dengan perwakilan kota-kota dari Malaysia ini berlangsung hidup.

Terbukti, pertanyaan demi pertanyaan silih berganti untuk terus mengetahui perkembangan Kota Surabaya.

Tak jarang beberapa kali mereka memuji keberhasilan Kota Surabaya.

Related Articles

Back to top button