Energi MudaKesehatanKita IndonesiaRagam Bangsa

Makuta Pop Tawarkan Konsep Minum Jamu dengan Cara Baru

0

ENERGIBANGSA.ID – Pernahkah Anda mengonsumsi jamu? Jamu adalah minuman tradisional khas Indonesia yang dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Diwariskan secara turun-temurun, jamu selalu dipercaya sebagai media paling ampuh untuk membuat tubuh kembali bugar.

Racikan tumbuh-tumbuhan, akar, dan bunga membuat jenis jamu semakin beragam. Seperti misalnya jamu temulawak yang dikenal untuk mengatasi masuk angin, jamu beras kencur untuk menambah nafsu makan, dan jamu sirih untuk mengatasi keputihan pada perempuan. Namun pada era saat ini, jamu mulai ditinggalkan oleh anak muda karena beberapa rasanya yang pahit dan mengonsumsi jamu terkesan ketinggalan zaman.

Berkaca dari hal tersebut, muncullah inovasi baru dalam mengonsumsi jamu yang dirilis oleh Makuta Pop. Mengusung konsep kekinian, Seno Budiono selaku pemilik sekaligus generasi ketiga penerus perusahaan jamu Nyonya Meneer menghadirkan cara minum jamu dengan konsep ready to go dan olahan baru seperti es krim jamu.

Makutarama, minuman jamu dalam botol

“Ceritanya kami itu ingin menyelamatkan jamu, kalau mau dibuat modern istilahnya zaman now. Kalau tidak dilestarikan, jamu itu akan punah. Makin lama tidak dikenal oleh anak-anak muda. Terus kita perbarui, saya tukar pikiran dengan anak saya”, ujar Seno seperti dilansir dari TribunJateng.

Ditawarkan dengan harga mulai dari Rp17.500 untuk minuman jamu dan Rp16.000 untuk satu scoop es krim jamu, Makuta Pop menghadirkan rasa jamu yang jauh dari rasa pahit. Tak hanya itu, ada pula menu jamu latte dan kefir untuk Anda yang menyukai olahan susu. Berlokasi di DP Mall, kedai jamu ini begitu digemari oleh anak muda pencinta jamu.

Jika jamu sudah bertansformasi secantik ini, apakah Anda masih yakin mau meninggalkan jamu? Mari, lestarikan kuliner asli Indonesia.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Potensi Jamur Merang Karawang Kini Semakin Berkembang

Previous article

Begini Tujuan Kemendikbud Soal Sistem Zonasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Energi Muda