fbpx
Wisata & Kuliner

Makanan Jawa Tengah Selalu Manis? Ini Faktanya

ENERGIBANGSA.ID – Masakan di Jawa Tengah dan DIY dikenal dengan cita rasanya yang selalu memiliki unsur manis. Ini membuat hidangan dari Jawa Tengah menjadi sajian yang unik dan memiiki banyak penggemar.

Ilustrasi masakan Jawa Tengah. Dok: istimewa

Dilansir dari Kompas.com, ciri khas kuliner Jawa Tengah dan Yogyakarta itu berawal saat jaman penjajahan terkhusus di era tanam paksa. Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito, menjelaskan asal cita rasa manis makanan dua daerah ini.

Tanam paksa 5 komoditas pangan

“Kita kembali ke zaman kolonial, jadi pada saat itu Bangsa Eropa berpikir untuk mengeksprorasi Tanah Jawa, dengan komoditi pangan yang laku di pasar dunia,” papar Murdijati, Senin (10/8).

Pada saat itu ada 5 komoditi pangan yang dieksplorasi di Jawa yaitu teh, kopi, gula pasir dari tebu, tapioka, dan kina. Kina ditanam di Jawa Barat pada abad ke-17 hingga 18.

Selanjutnya yang cocok ditanam di Jawa Barat lainnya adalah tapioka dan teh. Kemudian setelah dicoba, kopi yang dulunya ditanam di Jawa Barat akhirnya dinilai tidak cocok dan tidak menghasilkan kualitas kopi yang baik.

“Lalu dipilih tempat yang lebih cocok dan akhirnya dikembangkan di Jawa Timur,” ujar Murdijati.

Sementara gula pasir yang berasal dari tebu banyak diproduksi di Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Tebu, tanaman penghasil gula itu awalnya ditanam di kawasan Jawa Barat tapi juga tidak menghasilkan kualitas yang baik, kemudian dipindah ke kawasan Jawa Tengah.

Kemudahan akses gula di Jawa Tengah Saat ditanam di Jawa Tengah, tebu dinilai memiliki kualitas yang baik. Akhirnya praktik tanam paksa di Jawa Tengah mengharuskan petani dan pemiliki kebun menanam tebu.

Sehingga, masyarakat Jawa Tengah sangat mudah mengakses gula. Sekitar kawasan Yogyakarta dan Solo saja terdapat 17 pabrik gula, jumlah itu tercatat pada masa akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-19. (Sasa/EB)

Related Articles

Back to top button