fbpx
Kabar Daerah

Mahasiswi Ini Bagikan Obat Kaki Gajah di Bulan “Kaki Gajah”, Oktober!

DEMAK, energibangsa.id—Oktober diperingati sebagai Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah (Belkaga). Untuk itu, seluruh penduduk yang berusia antara 2-70 tahun dan tinggal di wilayah endemis penyakit kaki gajah (filariasis) akan diingatkan meminum obat pencegah.

Obat itu diberikan dalam program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis sebanyak 1 dosis setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut.

Wulan Sari Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang ikut andil dalam pembagian obat kaki gajah di Dukuh Jawong Desa Kembangarum Mranggen Demak, Selasa (27/10) kemarin.

Berkunjung ke rumah

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembagian obat kaki gajah tahun ini tidak dilakukan dalam bentuk posko pengambilan obat, melainkan dengan visit home.

“Pembagian obat kaki gajah pada tahun ini dilakukan secara visit home. Cara ini diterapkan untuk menghindari kerumunan masa. Sebab, masih banyak warga yang—apabila mengambil bantuan BLT maupun PKH tidak menerapkan protokol kesehatan. Jadi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dalam skala tinggi, pembagian obat kaki gajah ini dilakukan secara visit home,”ujarnya

Sukanah (38), ibu rumah tangga menyebut jika cara pembagian obat kaki gajah dengan cara visit ke rumah adalah hasil usulan Wulan, mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.

“Usulannya bagus, saya sudah menerapkannya. Lagian kita hindari kerumunan massa. Lebih efisienlah”, terangnya.

Sementara itu, Gimah (68), berharap cara ini tetap diterapkan di tahun-tahun berikutnya. Pasalnya, dengan cara ini orang-orang yang sudah lanjut usia tidak merepotkan orang lain dalam pengambilan obat pada periode berikutnya.

“Semoga cara ini (baca: visit home) bisa terus diterapkan serta dapat menginspirasi dukuh lain dalam pendistribusian obat kaki gajah di periode berikutnya”, tutupnya. (Laporan Wulan Sari)

Related Articles

Back to top button