fbpx
Lewat ke baris perkakas
Karya Bangsa

Mahasiswa USM Ciptakan Alat Swab Portable, Intip Cara Kerjanya

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Dalam ajang lomba kreatifitas dan inovasi masyarakat (Krenova) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Semarang. Endra Rahmawan, Muhammad Irsyadur Ramadhan, dan Riyan Bagas Firmansyah selaku mahasiswa Teknik Elektro Universitas Semarang (USM). Mahasiswa USM tersebut mampu menciptakan peralatan tes swab PCR portable tiny lab dan menyandang juara 1.

Endra mengungkapkan cara kerja swab portable yang diciptakan tersebut nantinya dapat mengambil sampel tes spesimen dari masyarakat yang kemudian dicampur dengan Reagen dalam microtube.

“Setelah dimasukan ke dalam mikrotube lalu diperiksa ke dalam centrifuge dengan waktu kurang lebih 45 detik sampai dengan 1 menit dengan kecepatan 2500 rpm. Fungsi dari centrifuge untuk memisahkan partikel dengan kerapatan yang berbeda. Lalu masukan microtube kedalam alat thermocycler yang harus melewati tiga tahapan,” ungkap Endra

Ciptakan Alat Swab Portable

Dalam tahap pertama, katanya disebut dengan proses denaturasi atau pemisahan dengan kondisi suhu diatur antara 93-95 derajat celcius.

Tujuan dari tahap denaturasi ini yaitu memisahkan rantaian tunggal hidrogen antar basa yang terdapat dalam pasangan untai DNA template.

Setelah itu, baru masuk tahap kedua berupa annealing atau penempelan. Pada proses ini suhu didinginkan hingga 55 derajat celcius untuk memutus ikatan ganda DNA tamplate menjadi untai tunggal dan tahap selanjutnya  yaitu extension (pemanjangan).

Pada tahapan tersebut, biasanya dilakukan berulang kali. Hingga  secara berurutan dari tahap 1-3 dan balik lagi ke tahap 1 dan membutuhkan waktu kisaran 1 menit tiap tahapan.

Prosesnya diulang sampai 33 kali dengan total waktu sekitar 33 menit untuk proses thermocycler.

Proses ketiga yaitu siapkan wadah dan sekat lalu masukkan jelly agar-agar dan diamkan jelly tersebut beberapa saat sampai kondisinya dingin. Kemudian angkat sekat tersebut lalu masukkan sampel tadi kedalam sekat tersebut lalu taruh di electroforesis dengan memakai LED Ultraviolet dengan spektrum 470nm.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr Supari MT mengaku selama merancang swab PCR portable. Para mahasiswa tersebut dibimbing oleh seorang dosen Teknik elektro USM Satria Pinandita.

“Kami sangat apresiasi atas prestasi ini, dan kami berharap bisa memacu dan mendorong mahasiswa lain untuk senantiasa berprestasi walaupun saat pandemik,” ujarnya.

Sedangkan dalam waktu dekat, pihaknya akan ikut serta dalam kontes robot bertaraf nasional. Pihaknya menargetkan mampu meraih juara umum dalam ajang robotik tersebut. (dhanti/EB/idntimes).

Related Articles

Back to top button