fbpx
Karya Bangsa

Mahasiswa UNS Temukan Teknologi Produksi Garam Express, Hanya 1-2 jam Jadi

ENERGIBANGSA.ID (Solo)Karya Anak Bangsa kembali muncul, kali ini dari sisi teknologi produksi garam. Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tengah mengembangkan mesin bernama Parabolic Salt Machine yang mampu memproduksi garam secara cepat, hanya dalam waktu 1-2 jam.

Energi muda penemu karya hebat kali ini adalah Dji Hanafit, Muhammad Khoirul Huda dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin (PTM), dan Arini Nurfadilah dari Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS.

“Berawal dari ketertarikan mengenai garam, kami berhasil membuat karya tulis berjudul ‘Parabolic Salt Machine Sebagai Inovasi Teknologi Penghasil Garam Dengan Metode Pengabutan Misty Fan Berbasis Solar Concentrator dan Cakram‘ yang kemudian lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Tahun 2020 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),” jelas Dji Hanafit.

Temukan Teknologi Produksi Garam

Dikutip dari antaranews.com, mereka bertiga menargetkan alat yang sedang dikembangkan tersebut dapat digunakankan di Kabupaten Rembang karena daerah tersebut memiliki potensi menjadi penghasil garam terbesar di Indonesia.

“Selama ini potensi penghasil garam yang ada belum dapat dimanfaatkan secara optimal mengingat petani garam di Indonesia sebagian besar masih menggunakan cara tradisional,” jelas Hanafit.

Ia mengatakan walaupun selama ini sudah dilakukan suatu penelitian tentang teknologi untuk proses produksi garam, seperti penggunaan teknologi filter ullir, plastik geomembran, dan rumah prisma, tapip realitanya belum mampu mengatasi permasalahan produksi garam di Indonesia.

“Berawal dari situlah saya dan teman-teman ingin membuat alat yang mempercepat produksi garam dengan kualitas yang baik,” katanya.

Ia mengatakan untuk proses pembuatan garam dengan alat yang mereka ciptakan tersebut dimulai dari proses filtrasi, selanjutnya melewati proses pemanasan air laut menggunakan solar concentrator.

“Kemudian akan dipecah partikel airnya menjadi bagian yang kecil-kecil dan bantu hembusan angin dari misty fan. Harapannya, dari proses tersebut air garam akan lebih cepat dalam proses pengkristalannya,” lanjutnya.

Ia mengatakan jika alat tersebut dapat terwujud maka hanya membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 jam pembuatan garam saat siang hari.

“Tetapi proses penelitian ini masih terkendala oleh pandemi COVID-19. Perlu ada penelitian lebih lanjut mengenai kandungan NaCl dari garam yang dihasilkan oleh alat tersebut,” katanya.

“Kami ingin membantu perekonomian petani garam, dengan produksinya yang lebih banyak maka bisa dilakukan ekspor. Apalagi selama ini kualitas garam kita kalah dengan garam impor, padahal kalau bisa dimaksimalkan kualitas garam kita lebih bagus,” pungkasnya sebagaimana diulas tim energibangsa.id

Mereka erharap nantinya alat tersebut dapat membantu petani garam dalam mempercepat dan meningkatkan proses produksi. Semoga mesin temuan mereka ini nantinya bermanfaat bagi produktifitas petani garam ya, sobat energi. (yab/EB/antaranews)

Related Articles

Back to top button