fbpx
Nasional

Sukses Ciptakan Alat Deteksi Penyakit Diabetes, 4 Mahasiswa Udinus Raih Medali Emas

SEMARANG, energibangsa.id—Empat mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang dikabarkan suskes ciptakan alat untuk mendeteksi tingkat diabetes melitus (DM) dengan sensor cahaya.

Keempat mahasiswa dari fakultas teknik program studi S-1 Teknik Biomedis itu medali emas dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021.

Dikabarkan, keempat mahasiswa membentuk sebuah tim diketuai Diana Almaas Akbar Rajah, wakil ketua Annelicia Eunice Arabelle, Nadiya Nurul, dan Kevin Tedjasukmana.

Adapun dosen pembimbing project itu, yakni Kaprodi S-1 Teknik Biomedis, Dr.Aripin. M.Kom dan Sari Ayu Wulandari S.T., M.Eng.

Alat ciptaannya bernama: Gluconov

Gluconov, yakni alat ciptaan mahasiswa tersebut berbentuk kubus kecil dengan lubang untuk memasukkan jari di atasnya.

Didukung sensor cahaya, alat ini tidak lagi menggunakan darah sehingga penderita diabetes tidak perlu menusukkan jarum ke jari saat akan cek kadar gula dalam darah.

“Ini non-invasif atau tidak membutuhkan luka dalam proses pendeteksiannya. Kan kasian kalau sudah sakit diabetes mblonyok kalau diambil darah pakai jarum. Pakai alat ini juga meminimalisir limbah medis,” kata ketua tim, Diana, Senin (16/3/2021) lalu.

Gluconov memang menyasar digunakan untuk pasien diabetes melitus yang harus rutin cek kadar gula dalam darah.

Akurasi capai 95 persen

Akurasinya disebut mencapai 95 persen. Alat itu menggunakan Rangkaian sensor (spektrofotometri) memiliki komponen utama LED putih, Light Dependent Resistor (LDR), keping polikarbonat (CD), dan motor dengan mikrokontroler ESP32.

Sukses Ciptakan Alat Deteksi Penyakit Diabetes, 4 Mahasiswa Udinus Raih Medali Emas
Gluconov, alat deteksi diabetes melitus ciptaan mahasiswa Udinus Semarang yang raih medali emas dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021/ gambar: DETIKCOM

Cara kerjanya yaitu ketika jari dimasukkan ke dalam lobang alat, LDR akan bekerja mendeteksi perubahan intensitas cahaya yang dimiliki oleh darah akibat dari paparan 5 jenis cahaya tampak.

Perubahan tersebut dihasilkan oleh pembiasaan cahaya putih dengan keping polikarbonat.

Dalam menghasilkan warna yang beragam, mereka menggunakan penggerak otomatis berupa motor kecil yang tiap pergerakannya dapat merubah posisi sudut keping polikarbonat sebanyak 30 derajat.

Kemudian hasil deteksi dari proses tersebut akan berupa sinyal analog, kemudian dikonversikan melalui alat bernama Analog to Digital Convertion (ADC).

Setelah proses konversi dilanjutkan mencari karateristik dan ekstraksi menggunakan teknik PCA. Dari hasil tersebut akan menghasilkan dua indikator yakni high dan low.

“Jadi ada cahaya nanti cahayanya dipilah menjadi mejikuhibiniu begitu kemudian diukur serial. Merah berapa, kuning berapa, dan seterusnya kemudian dimasukkan algoritma,” jelas pembimbing, Sari Ayu.

Ihwal terciptanya Gluconov

Awal mula terciptanya alat tersebut yaitu ketika Diana melihat ayahnya yang menderita Diebates Melitus dan harus cen kadar gula darah rutin.

Ayahnya mulai mengeluh sakit ketika cek kadar gula darah harus dengan jarum agar darah keluar.

“Udah lama kena diabetes dan mulai akhir-akhir ini sulit dimintai cek karena sakit katanya. Jadi saya coba deh gimana kalau bikin alat yang bukan hanya untuk ayah saya tapi bisa untuk masyarakat,” ujar Diana.

Ia kemudian mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk kemudian bersama teman-temannya membuat protoipe Gluconov hingga akhirnya menjadi alat yang cukup ringkas dibawa.

“Ayah senang saya membuat alat ini dan ingin segera mencoba. Tapi ini kami masih kembangkan lagi agar lebih sempurna,” tandasnya.

Dikatakan, saat ini proses pengurusan hak paten masih dilakukan.

Selain itu Gluconov akan lebih memperluas hasil deteksi tidak hanya low and high saja.

Perangkat yang digunakan juga dikembangkan sehingga nantinya hasil pengecekan bisa muncul di samartphone dan terdata.

“Pengajuan draft hak paten sudah dilakukan tapi masih perlu perbaikan ternyata,” jelas Sari Ayu.

Alat tersebut mendapatkan medali emas dalam ajang Asean Innovation Science and Entrepreneur Fair 2021 dengan judul Gluconov – The Non-invasive Blood Sugar Detector. (*)

Related Articles

Back to top button