Kabar IndonesiaNasional

Mahasiswa Gelar Aksi Gejayan Memanggil, Apa yang Mereka Tuntut?

ENERGIBANGSA.ID – Gejayan Memanggil, begitulah seruan aksi yang dilakukan para mahasiswa dari beberapa kampus dan lembaga-lembaga masyarakat yang ada di Yogyakarta.

Seruan aksi damai yang sebelumnya telah digaungkan di media sosial hingga menjadi trending topic di Twitter itu telah dimulai sejak Senin (23/9/2019) pada pukul 13.00 WIB.

Gejayan, Yogyakarta dipilih menjadi tempat untuk berorasi sebab lokasi ini menyimpan banyak sejarah pergerakan mahasiswa Yogyakarta.

Beberapa aksi mahasiswa Yogyakarta yang tercatat oleh Tim Energi Bangsa di Gejayan antara lain sebagai berikut:

Tahun 1998

Aksi demo pada tahun 1998 didasari pada sikap penolakan mahasiswa atas terpilihnya Soeharto sebagai Presiden Indonesia. Namun sayangnya aksi ini berujung anarkis hingga menyebabkan ratusan mahasiswa mengalami luka-luka dan seorang mahasiswa meninggal.

Tahun 2004

Pada Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, mahasiswa melakukan demo untuk mengkritisi para elit politik yang menjadi calon presiden terkait kekuatan kelompok status quo. Aksi ini dimotori oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) cabang Yogyakarta dan Front Perjuangan Rakyat Miskin (FPRM).

Tahun 2005

Aksi demo di Gejayan kembali dilakukan karena menentang kenaikan harga BBM. Pada tahun itu, aliansi mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam Mahasiswa Penyelamat Organisasi (HMI PMO) Jogja dan Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah penggeraknya.

Lantas, apa yang menyebabkan mahasiswa kembali mengulangi aksinya di Gejayan? Apa yang mereka tuntut dalam #GejayanMemanggil?

Berkut rangkumannya meliputi:

1. Mendesak adanya penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam RKUHP.

2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merivisi UU KPK yang baru saja disahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

3. Menuntut negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia.

4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.

5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria.

6. Mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Mahasiswa adalah tonggak kejayaan peradaban. Di tangan mereka, masa depan bergantung. Maka, teruslah berjuang meraih kemakmuran.

Related Articles

Back to top button