KolomOpini / Gagasan

Magang Minta Gaji?

oleh : Nawa Rie Eda*

ENERGIBANGSA.ID – Ini kisah saya, saya membangun usaha disebuah daerah pelajar selama 15 tahun lebih, banyak pelajar dan mahasiswa dan mahasisa pernah magang di usaha saya, patah tumbuh hilang berganti.

Sebelumnya mungkin perlu penyamarataan pandangan terhadap arti kata Magang itu sendiri. Di tempat saya Magang adalah sebuah tugas dari institusi/akademisi untuk mempersiapkan siswa-siswanya siap dalam menempuh hidup baru sekaligus sebagai pengalaman bekerja. Mungkin berbeda dengan kasus di ibukota. Jadi, pahami dulu sebelum baper. Inget, jangan menyamaratakan seluruh daerah Indonesia dengan Jawa atau Jakarta.

Menurut saya dibayar atau tidak itu hak perusahaan..yah…Term dan Kondisinya pasti sudah dijelaskan sebagai syarat prasyarat menerima magang. Tentu saja attitude menjadi syarat awal, jadi klo belum apa2 sudah ngelunjak ya sudah pasti pulang saja.

tulisan ini sebagai pandangan dan filter pembatasan budaya magang di kota dan di desa….iya desa..dan saya tujukan kepada calon2 adik2 magang yang baik sebagai bahan renungan…ojo nglunjak…bumi dipijak bumi dijunjung…pengalaman itu guru paling berharga..

Di tempat saya magang minimal 3 bulan (1 bulan penyesuaian, 1 bulan penilaian, 1 bulan aplikasi kerjanya), jika terhitung baik. Maka akan ditawarkan melanjutkan pekerjaan dengan status Freelance,partime atau fulltimer (tanpa repot mengajukan surat lamaran pekerjaan, artinya tidak perlu bersaing dengan pelamar umum).

Nah status ini yang mendapatkan fee/gaji. Sedangkan magangan itu engga mendapatkan fee, ditukar ilmu, nilai dan surat rekomendasi sebagai pertanggungjawaban terhadap institusi/akademisi yg mengadakan magang.

Magangers, kalian itu masih Newbie…magang itu untuk kepentingan studi kalian, sebagai sarana mencari PENGALAMAN bekerja (1) dan perusahaan memberikan NILAI (2) atas kinerja kalian.Wahai magangers, perusahaan MELUANGKAN waktu untuk NGAJARI kalian

(3) meluangkan WAKTU (4) kerja SPV nya untuk membimbing kalian, yang mana SPV nya itu yang sudah kita gaji (5) buat kalian, kalo kalian daya tangkepnya kurang…SPV yang kita tegur, kalo kalian ditegur tetep goblok…ya mawas diri…seharusnya kalian ulangi lagi sekolah/kuliahnya…..

Berarti pelajaran yg kamu dapet belum cukup, minta bimbingan gurumu sekali lagi…atau kalian akan berakhir sebagai tukang sapu/bebersih, hey… jangan salah jangan meremehkan ya magangers….. nyapu pun adalah pengalaman bekerja sebagai OB lho…. kalo emang prestasimu bagus di menyapu, why not? mungkin itu bakat terpendammu yang bisa kamu jadikan mata pencaharian lulus kuliah, jangan salah (lagi) banyak yang lulus kuliah juga jatuhnya jadi OB, thats fine…

ga usah jijik, rajin piket di sekolah mungkin adalah keahlianmu yang ga dapat nilai. Nah….di perusahaan tempat magang tersebutlah hal ini DINILAI jadi nilai Plus mu. Skill kerjamu goblok tapi kalo kamu rajin, bersih dan rapih dan sopan santun. Maka perusahaan akan mempertimbangkanmu

Ga cuma skill yang jadi penilaian saat kamu magang, attitude, anggah-ungguh-inggih atau adab istiadab i said, itu juga jadi POIN (#6)

Ini belum terhitung kalo hasil kerja kalian wahai magangers…ga bagus, jelek, hasilnya goblok, yang menanggung rugi adalah perusahaan, kalian mah statusnya MAGANG….tolong jangan jadikan alasan, jelek ya jelek, goblok ya goblok….ga ada itu alasan oh…pentesan yang bikin anak magang, So ANGKAT lah derajat kalian sendiri.

Jangan minta perusahaan mengangkat derajat kalian…karena kalian ga bayar perusahaan. Bahkan dengan bekerja di sebuah perusahaan tertentu itu sendiri OTOMATIS sudah mengangkat derajat kalian (#7), kan….setiap mau melamar kerja kalian pasti ditanya HRD, sudah pernah punya pengalaman kerja di mana dekkk….

(ini pesan tersurat buat yang ga lulus atau merasa ilfill sama perusahaan ditempat kamu magang karena punya aturan yang ga seperti UTOPIA kalian, COBA…deh, GA USAH NYEBUT PERUSAHAAN DITEMPAT KALIAN PERNAH MAGANG BUAT NGELAMAR PEKERJAAN KLO GA IKHLAS, GA BANGGA, BILANG pada HRDnya….pengalaman saya NOL, berani gak?)

*coba gugling Utopia klo ga ngerti…lupakan bayangan utopia dibenakmu wahai magangers klo mau kerja, ga ada kerja itu seneng, semua tanggung jawab, semua ada aturannya, bahkan untuk yang kerja hobby sekalipun, tanggung jawab terhadap “apa” yang kamu kerjakan, “dengan siapa”, “buat apa”, responsibility terhadap klien itu utama.

So…baru punya status magang ga usah tinggi hati lah….nanti kalian kena DUNNING KRUGER effect, ga ngerti?…. saya kasi petunjuk gugling lagi lah…

Percayalah perusahan di tempat kalian pernah magang itu, GAK BUTUH disebut kalian buat ngelamar kerjaan di tempat lain…itu urusan kalian. Benar?

(ke-7) point diatas itu minimal yang perusahaan telah lakukan buatmu wahai Magangers….coba itu diduitin….

Lalu jangan dikira perusahaan juga ga punya tanggung jawab selain klien, magangers ya…perusahaan juga tanggung jawab terhadap guru/dosen/orang tua kalian (#8), elu magang…tangan lu kejepit staples sampai putus…siapa yang pusing coba?

saya tambahin point (#9), kamu kuliah di jurusan antah berantah yang skillnya beda ditempat kamu magang, magang di perusahaan digital, kamu diajari Visual Effect misal, kamu bisa…lalu selanjutnya lupakan ilmumu kuliah…bahkan ga usah kuliah, karena selanjutnya ilmu hidupmu pakai ilmu hasil magang….see?

Mungkin ada yang mau menambahkan poin2 tersebut….startuper yang masih membutuhkan tenaga magang…pasti banyak masukan..

Ya sekedar uang rokok atau uang bensin atau uang makan….. hey, magang ga magang kalian tetap makan, bensin dan rokok…..elu mau hidup ga pake modal?

menurut saya, kasta bekerja itu ada 7
1. Iseng : yaitu bekerja karena iseng aja…
2. Hobby : yaitu kerja berdasar apa yang kalian sebut2 sebagai passion, tanggung jawab atas dirimu sendiri…wong seneng og jarene…
3. Magang : bekerja untuk mencari pengalaman kerja…dibayar ya dengan pengalaman kerja yang katanya guru paling berharga adalah pengalaman PLUS nilai
4. Freelance : bekerja dibayar sesuai waktu dan kualitasnya bisa bebas bisa lepas…
5. PART TIME : bekerja dibayar ya Parttime sesuai bagiannya…juga dikenal sebagai paruh/separuh waktu
6. FULL TIME : bekerja dibayar Full sesuai aturan UU
7. NO TIME : elu punya usaha sendiri…..makan tuh No time…haha..

Cheers sekali lagi, ini pendapat saya yang punya usaha di suatu tempat yang dikatakan sebagai daerah, tentu saja tidak bisa disamakan dengan yang bukan daerah, namun tentu saja kalo ketentuan untuk bukan daerah diterapkan di daerah, pasti yang banyak rugi yang di daerah, karena sumber produksi berasal di daerah.

*Nawa Rie Eda, Pelaku Industri Kreatif, FounderĀ popculture.id, Owner and FounderĀ JTOKU Indonesia

Related Articles

Back to top button