fbpx
Kabar Indonesia

Maaf, Pelajar yang Ikut-ikutan Demo Dicatat SKCK. Baiknya di Rumah Saja?

SEMARANG, energibangsa.id — Ini mungkin kabar buruk bagi pelajar yang ‘ngebet’ ikut-ikutan demo Omnibus Law. Sebab, pihak kepolisian bakal mencatat pelajar yang mengikuti demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Jelas, mereka terancam sulit mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang biasanya digunakan untuk melamar kerja.

Langkah itu kabarnya bakal diterapkan oleh Polresta Tangerang, Banten. Tercatat hingga Selasa (13/10) kemarin, Polresta Tangerang menghimpun sedikitnya 208 pelajar diamankan dalam aksi beberapa waktu lalu.

Menurut Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi, pencatatan terkait SKCK itu untuk mencegah kemudaratan yang dapat merugikan para pelajar. Pihak kepolisian pun berharap para orang tua nantinya lebih mengawasi anak-anaknya. 

806 Pelajar Ikut Aksi 1310

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga menyesalkan keterlibatan ratusan pelajar dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada 13 Oktober 2020. Tragisnya, ada pula pelajar yang tercatat masih duduk di bangku sekolah dasar.

Dilansir dari Antara, Kamis (15/10), Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menyebut sebanyak 806 orang pelajar mengikuti demonstrasi yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Depok.

Argo mengungkapkan pelajar SD yang ikut demo ditemukan di wilayah Polres Jakarta Utara. Saat itu, petugas menyekat sejumlah titik terhadap massa yang melakukan aksi. Hasilnya, dua dari 155 pelajar yang diamankan merupakan siswa sekolah dasar.

Pasca dilakukan pendataan, ratusan pelajar tersebut diberi pengarahan sebelum diserahkan ke orang tua masing-masing.

Argo juga mengungkapkan pentingnya bimbingan dari banyak pihak terutama orang tua agar anak-anak tak ikut-ikutan demo. Apalagi pelajar tak tahu apa yang sesungguhnya sedang diperjuangkan.

Mengacu pada data Polri, dari 806 pelajar yang ditangkap, 194 di antaranya diamankan Polda Metro Jaya. Kemudian, 98 orang ditangkap di Jakarta Pusat, 80 orang di Jakarta Selatan, 62 orang di Jakarta Timur, dan 70 orang di Jakarta Utara.

Selanjutnya, 48 orang di Kota Tangerang, 108 orang di Kabupaten Bekasi, 55 orang di Depok, 44 orang di Tangerang Selatan dan 47 orang di Kota Bekasi. Sementara itu, berdasarkan data cnnindonesia, Rabu (14/10), pada gelombang awal aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, 8 Oktober lalu, Polri mencatat 3.862 orang ditangkap di berbagai wilayah di Indonesia. Mayoritas adalah pelajar, yaitu 1.548 orang dari daerah Sulawesi Selatan, Jakarta, Sumatera Utara, dan Kalimantan Tengah. (dd/EB).

Related Articles

Back to top button