fbpx
Nasional

Lumbung Pangan Enggak Gagal Panen Kok, Ini Penjelasan Mentan

SEMARANG, energibangsa.id—Dibilang gagal panen, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membantah isu soal gagal panen di proyek lumbung pangan (food estate).

Seperti diketahui, lumbung pangan (food estate) adalah proyek yang dicanangkan pemerintah di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak tahun lalu.
 
Mentan Syahrul tak menampik, dari 30 ribu hektare lahan yang digarap tentu ada lahan yang mengalami kendala produksi.

Kendala itu, seperti disebutkan Syahrul, berupa serangan hama tikus.

“Ada 1-2 hektare yang bersoal karena menghadapi tikus, menghadapi hama, dan menghadapi air mulai naik”, jela Syahrul.
 
“Ini cuma 1-2 hektare. Bagaimana dibilang gagal, sementara minggu depan baru mulai panen di Pulang Pisau,” kata Mentan Syahrul, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Februari 2021.

Beda dengan di Sumatra dan Jawa

Mentan mengatakan bahwa kondisi penggarapan lumbung pangan di Kalimantan tidak seperti di Sumatra dan Jawa karena perbedaan jenis tanah.

Di Provinsi Kalteng, tepatnya di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, lahan pertanian yang ada merupakan lahan rawa dengan kadar asam yang tinggi, serta kedalaman air hingga 50 cm.
 
Menurut Mentan, peningkatan produktivitas pada lahan akan terus dibenahi.

Pasalnya, lumbung pangan menjadi upaya bagi pemerintah untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan seperti yang diperingatkan Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).
 
Sementara itu lumbung pangan yang dikembangkan di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara juga telah dimulai di lahan seluas 215 hektare.

Tahun ini, Kementan akan menambah luas tanam seluas 1.000 hektare.

Adapun korporasi pertanian menjadi bagian dari pengelolaan lumbung pangan.

Hasil pangan yang diproduksi tidak hanya bergantung pada satu komoditas saja yakni padi. Akan tetapi nantinya juga jagung hingga produk hortikultura dan peternakan.
 
“Kalau kita korporasikan ini, skala ekonominya bisa dihitung, intervensi KUR juga bisa masuk sehingga petani bisa lebih baik lagi,” pungkas Syahrul. (*)

Related Articles

Back to top button