fbpx
Kabar Indonesia

Luhut : Kesembuhan Pasien COVID-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Rata-rata Dunia!

Energibangsa.id (Jakarta)— Dalam acara “High Impact Seminar dan Kick Off Program BI dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia”, Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengklaim bahwa kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia telah melebihi rata-rata dunia.

“Tingkat kesembuhan kita ini lebih dari 72%. Lebih tinggi dari negara lain atau rata-rata dunia yang mencapai 69%,” ungkap Luhut dikutip dari cnnindonesia.com

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia selama ini pesimis menghadapi pandemi lantaran lebih fokus pada jumlah pasien terinfeksi COVID-19 ketimbang angka kesembuhan.

 Padahal menurutnya angka pasien COVID-19 bisa berubah-ubah karena jumlah yang dites.

“Kita hanya melihat angka infeksi saja. Angka infeksi bisa naik turun karena dites. Tapi tingkat kesembuhan sekarang ini juga prestasi yang dilakukan tim satgas kita,” katanya.

Baca Juga : Dituding Jadi Ketua Influencer, Ini Respons Yosi Project Pop

Untuk itu, pemerintah saat ini menargetkan agar tingkat kesembuhan pasien COVID-19 dapat mencapai lebih dari 80%. Pemerintah, kata Luhut, juga menyiapkan lebih dari 290 juta dosis vaksin untuk diproduksi.

“Kami harus berupaya agar tingkat kesembuhan mencapai lebih dari 80%. Pemerintah menyiapkan lebih dari 290 juta dosis untuk vaksin dan bisa lebih dari 300 juta yang sedang dalam proses diusahakan tim satgas,” jelas Luhut.

Ia memastikan berbagai upaya pencegahan COVID-19 itu akan dijalankan secara paralel. “Tidak perlu takut berlebihan. Kita harus optimis dan disiplin,” tutur Luhut.

Kasus positif COVID-19 di Indonesia diketahui menembus jumlah rekor harian tiga hari berturut-turut dengan jumlah diatas 3.000 jiwa.

Terbaru pada 30 Agustus kemarin, jumlah penambahan kasus COVID-19 mencapai  2.858 orang.

Dengan tambahan tersebut, total kasus infeksi corona di Indonesia mencapai  172.053 orang.

Sebelumnya angka kasus harian terbanyak dipegang hari Sabtu (29/8), kemarin dengan 3.308 kasus.

Dan rekor sebelumnya ditemukan sehari sebelumnya, Jumat (28/8) dengan 3.003 kasus. (dhanti/EB)

Related Articles

Back to top button