fbpx
Komunitas

LPTQ Tidak Hanya Concern Pada Musabaqoh

SEMARANG, energibangsa.id– Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bukanlah lembaga yang berkonsentrasi pada kegiatan musabaqah saja.

Tetapi, sesuai dengan arahan Ketua MUI Jateng KH Ahmad Darodji, LPTQ haruslah menjadi lembaga yang menaungi semua kegiatan pembelajaran Al-Qur’an.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen yang juga Ketua LPTQ Jawa Tengah, usai memimpin Rapat Koordinasi LPTQ Jateng, Rabu (05/01/2022) di Kantor Gubernur.

Menurut Wagub, LPTQ perlu menaungi semua kegiatan pembelajaran Al-Qur’an dengan tujuan untuk memunculkan dan membentuk generasi Qur’ani di setiap daerah di Jawa Tengah.

Di samping itu, LPTQ juga penting bergandengan dengan lembaga pemerintah untuk membantu menyeleksi lembaga-lembaga pendidikan agama yang menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kita nanti mengusulkan kepada lembaga-lembaga pemerintah untuk menyeleksi, selektif betul lembaga-lembaga yang meresahkan masyarakat, khususnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan sampai ada kegiatan-kegiatan yang di situ muncul pendidikan keagamaan, tapi ada embrio-embrio untuk menyerangkan NKRI,” tutur Taj Yasin.

Pada intinya, Wagub berharap, Jawa Tengah bisa menjadi basis kesanad-an Al-Qur’an. Sebab sanad adalah bagian dari pondasi agama.

Senada disampaikan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jateng, Afief Mundzir.

LPTQ Tidak Hanya Concern Pada Musabaqoh

Menurutnya, berbicara Al-Qur’an harus dengan sanad. Pihak yang bisa menjaga marwah sanad adalah pondok pesantren.

Maka, pemerintah perlu men-support LPTQ untuk menjadi bagian basis penguatan pondok pesantren yang memiliki perhatian pada persoalan Al-Qur’an.

“Harusnya LPTQ betul bersinergi dengan kita dalam kontek mengawal pondok pesantren yang memang sesungguhnya memiliki kompetensi kualifikasi dalam kontek sanad,” ungkapnya.

Related Articles

Back to top button