Nasional

Lomba 17an Konvensional Harus Dihapuskan! Lomba Ini Lebih Cocok Untuk Milenial

ENERGIBANGSA.ID – Guna menambah semarak perayaan kemerdekaan, lazimnya masyarakat menggelar berbagai lomba di kawasan tempat tinggal, sekolah, maupun kantor tempat bekerja. Namun, setiap tahun jenis lomba yang ditawarkan hanya itu-itu saja, monoton.

Sebagai generasi milenial yang mudah bosan dan mudah terdistrak, lomba-lomba seperti makan kerupuk, balap karung, dan tarik tambang terasa tidak relevan lagi bagi mereka. Tidak hanya ojek konvensional saja yang melakukan inovasi, lomba-lomba 17an juga harus berganti mengikuti perkembangan tren saat ini.

Lalu, kira-kira apa saja ya lomba yang cocok untuk para milenial dan generasi di bawahnya? Selengkapnya akan dikupas oleh Tim Energi Bangsa.

Lomba Balap Push Rank

Dewasa ini (ceilah), gim online Mobile Legend (Moba) adalah salah satu jenis permainan digital yang sangat digandrungi anak muda selain PUBG. Dalam gim Moba, ada istilah yang sangat lekat untuk para pemainnya, yaitu push rank.

Bermain moba dari ponsel (Foto: playcubic)

Push rank merupakan istilah yang digunakan para pemain moba yang ingin menaikkan rank mereka secara signifikan. Bermain pada ranked match ini membutuhkan berbagai persiapan khusus dibanding normal match. Sebab, pemain akan saling beradu mengeluarkan skills mumpuni yang dimiliki untuk mencapai hasil terbaik.

Daripada ribet-ribet balapan karung dan jadi bahan meme, pasti generasi zaman sekarang lebih pilih lomba push rank untuk masuk dalam daftar lomba 17an.

Lomba Tarik Ulur Perasaan Gebetan

Daripada tarik tambang, mending tarik ulur perasaan~

Momen pendekatan sebelum menjalin hubungan yang lebih intim memang selalu menyenangkan, tapi juga melelahkan dan membosankan. Ya, melakukan komunikasi dan pertemuan yang terlalu intens dapat membuat seseorang merasa bosan jika yang dikorek hanya itu-itu saja.

Maka tidak sedikit muda-mudi masa kini yang menarik-ulur perasaan gebetan dengan fenomena ghosting. Yaitu sebuah keadaan di mana mereka bersikap menghilang secara tiba-tiba dari gebetan, tanpa kabar sedikitpun. Ada yang menilai hal ini sangat jahat karena mereka hilang tanpa jejak dan tanpa memberi notifikasi apa pun sebelumnya.

Tapi hobi ghosting milenial ini juga bisa kita lihat dari sisi positifnya lho. Seperti menciptakan rasa rindu, menilai apakah gebetan akan tetap menjaga perasaannya meski telah dijauhi secara sengaja, dan menarik-ulur perasannya agar tidak mudah bosan. Sehingga lomba tarik ulur perasaan ini patut diperhitungkan oleh panitia lomba 17an.

Lomba Panjat Sosial

Panjat sosial atau disingkat dengan pansos adalah sebuah hal yang lazim dilakukan pada rezim ini. Tujuannya beragam, ada yang ingin mendapat atensi, validasi, atau kenaikan jumlah pengikut di media sosial.

Instagram adalah salah satu media pansos yang populer saat ini (Foto: IDN Times)

Alih-alih memanjat pinang yang licin pada hari yang terik, panjat sosial akan lebih disukai karena tak kalah menantang. Bermodalkan ponsel, koneksi internet, dan jempol yang mengetik racikan kalimat ciamik, pansos bisa dilakukan di mana saja.

Pemilihan pemenang lomba pansos bisa didasarkan pada seberapa besar jumlah atensi yang didapat setelah ia pansos ke beberapa akun yang memiliki pengaruh cukup masif dalam masyarakat dunia maya.

Lomba Memakan Omongan Sendiri

Mulutmu, harimaumu, jadi berhati-hatilah dalam berbicara. Sebab karma itu benar nyata adanya.

Terkadang dalam hidup kita sering denial dalam menerima takdir yang telah digariskan. Misalnya saja saat kita di-cie-cie-in oleh teman-teman karena kita nampak dekat dengan seseorang. Jika merasa kurang tertarik, biasanya kita akan mengeluarkan kata-kata denial sebagai wujud penolakan.

“Ih, enggak lah, aku sama dia tuh cuma temen! Gak bakal pacaran deh, kelakuannya aja ngeselin gitu.”

Namun beberapa tahun kemudian ternyata mereka menikah. Hmm, sering terjadi di kota-kota besar dan desa-desa kecil.

Mamam tuh omongan sendiri!

Melihat realita yang ada seperti ini, daripada lomba makan kerupuk yang tidak bikin kenyang walaupun kalorinya tinggi, maka lebih baik lomba makan omongan sendiri. Pasti banyak ditemui pelakunya dalam kehidupan bermasyarakat kita ini.

Itulah beberapa rekomendasi lomba 17an yang cocok untuk generasi milenial. Apakah Sobat Energi setuju? Atau, Sobat Energi punya rekomendasi lain yang lebih cocok dan menggelitik? Segera ketik di kolom komentar, ya!

Related Articles

Back to top button