LinkAja
Aplikasi layanan keuangan atau uang digital, LinkAja. (dok.tirto.id).
Ekonomi & BisnisGaya HidupKabar Indonesia

LinkAja, Dompet Digital Dengan Fitur Unik Dibanding OVO dan Go-Pay

1

ENERGIBANGSA.ID – Aplikasi layanan keuangan elektronik atau dompet digital milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN)Indonesia, LinkAja, resmi diluncurkan. Aplikasi yang dulu bernama Tcash milik Telkomsel dan bersinergi dengan berbagai layanan keuangan elektronik milik BUMN seperti Bank Mandiri (e-cash), Bank BNI (Unikqu) dan Bank BRI (Tbank) bakal bertanding dengan OVO dan Go-pay sebagai kompetitornya.

Berbeda dengan dua kompetitornya, aplikasi ini akan menghadirkan fitur-fitur menarik dan unik dari fitur yang dimiliki OVO dan Go-Pay. Salah satu keunikannya adalah dari sisi pengisian dana atau top up.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri, mengatakan nantinya aplikasi tersebut akan bisa langsung terhubung dengan dana milik pengguna yang ada tabungan atau kartu kredit di bank BUMN. Jadi pengguna LinkAja tidak perlu melakukan isi ulang atau top up.

“Jadi harapannya nanti, katakanlah semester II LinkAja bisa directly ngelink ke tabungan di masing-masing himbara (Bank BUMN). Jadi misalnya ada nasabah mandiri yang buka LinkAja tidak perlu lagi top up, langsung nyambung ke tabungan dia di Mandiri atau debit dia disana,” ujar kartika sebagaimana tim energibangsa.id mengutip dari  cnbcindonesia.com.

Dirinya menambahkan dengan sistem ini nantinya akan tercipta keuntungan dua arah. Nasabah yang punya tabungan di Bank BUMN ketika memiliki LinkAja tidak perlu lagi top up. Sementara yang punya LinkAja tetapi belum punya tabungan bisa membuka tabungan dengan sistem ini.

“Sehingga nanti inklusifitas bisa terjadi di depannya melalui uang elektronik dulu. Ke depannya buka account melalui uang elektronik dulu. Jadi bukan physically pergi ke cabang atau agen tetapi melalui uang elektronik,” jelas Kartika.

Selain fitur tersebut, LinkAja juga memiliki beberapa fitur unik dan kelebihan atau keunggulan dari OVO atau Go-Pay.

CEO LinkAja, Danu Wicaksono mengatakan, keunggulan lainnya yang dimiliki LinkAja terletak pada sinergi layanan BUMN selama ini kepada masyarakat. Diantaranya untuk membeli BBM di SPBU milik Pertamina secara non tunai dan membayar tol.

“Salah satunya adalah melalui program digitalisasi SPBU bersama Pertamina, pengenalan pembayaran nirsentuh di jalan tol dengan Jasa Marga,” kata Danu.

Selain itu, LinkAja akan dikembangkan menjadi e-wallet yang terintegrasi dengan sistem pembayaran transportasi publik. Danu  mengatakan seluruh pembayaran ongkos transportasi publik mulai dari bus hingga pesawat bisa menggunakan LinkAja.

“Pembayaran digital di berbagai moda transportasi publik seperti kereta api, bus, LRT, MRT, Pesawat dan lain-lain,” ujar dia.

Tidak hanya itu, aplikasi milik BUMN ini juga memiliki layanan pembayaran keuangan dan tagihan digital, belanja pada lebih dari 20 e-commerce nasional.

LinkAja juga memiliki titik CICO (Cash In Cash Out) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100.000 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Minimart.

Namun, kedepannya fitur layanan di LinkAja akan ditambah sesuai kebutuhan konsumen.

Saat ini, sebagaiaman data yang dihimpun tim energibangsa.id, LinkAja memiliki 22 juta pengguna. Hingga akhir tahun, Finarya menargetkan bisa mencapai 40 juta pengguna. Sementara rata-rata nilai transaksi aplikasi tersebut mencapai Rp 1 Miliar per hari.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Grand Launching, LinkAja Targetkan Raih 40 Juta Pengguna

Previous article

Serba-Serbi Hari Bhayangkara: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri

Next article

You may also like

1 Comment

  1. […] [Baca juga : LinkAja, Dompet Digital Dengan Fitur Unik Dibanding OVO dan Go-Pay] […]

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.