Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasional

Lewat Chile, Produk Kertas Indonesia Rambah Pasar Amerika Selatan

ENERGIBANGSA.ID –Kertas merupakan salah satu komoditas yang besar di Indonesia. Hal ini mengacu pada jumlah hutan yang dimiliki Indonesia sebagai sumber dasar pembuatan komoditas tersebut.

Tidak hanya itu perkembangan industri kertas dan pulp di Indonesia selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ini bisa dibuktikan dengan jumlah pertumbuhan industri kertas dan pulp yang tumbuh sebesar 5%.

Juga, Industri kertas dan pulp pada tahun 2017 menjadi salah satu penyumbang devisa negara yang cukup besar, yaitu sebesar  US$ 5,8 miliar. Dimana sebesar US$ 2,2 miliar berasal dari kegiatan ekspor pulp ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea,India, Bangladesh dan Jepang.

Kemudian ekspor kertas sebesar US$ 3,6 miliar ke negara Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam dan China.

Menurut data yang didapat tim energibangsa.id, Industri kertas dan pulp Tanah air saat ini bahkan berada dalam jajaran 10 besar produsen terbesar di dunia.

Beradanya Bumi pertiwi di dalam jajaran 10 besar produsen terbesar di dunia membuat industry kertas dan pulp Indonesia dilirik oleh berbagai negara.  Direktur PT Asia Pulp and Paper (APP) Hendra Gunawan mengatakan, penjualan ke pasar ekspor memberi kontribusi sekitar 60% bagi total penjualan.

Pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Thailand, Myanmar dan Kamboja merupakan kontributor terbesar penjualan ekspor perusahaan. Kontribusi penjualan ekspor lainnya dari pasar Amerika dan Eropa masing-masing sebesar 4%-5%.

Hal ini tak lepas dari produk pulp dan kertas nasional termasuk industri yang memiliki daya saing kuat di pasar global dengan kualitas yang dihasilkan sangatlah.

Selain itu industri ini juga didukung mesin dan peralatan yang mutakhir dan biaya produksi yang murah dibanding dengan negara-negara penghasil kertas lainnya.

Para Pekerja Pabrik Kertas di Indonesia (dok okezone.com)

Melihat keunggulan ini, Kementerian Perdagangan (kemendag) Indonesia mencoba melakukan ekspansi pasar baru sebagai upaya meningkatkan nilai ekspor kertas Indonesia.

Salah satu yang menjadi sasaran Kemendag yaitu Pasar Amerika Selatan. Sebelumnya pasar ini belum digarap secara maksimal dan potensi yang dimiliki diketahui cukuplah besar terutama komoditas kertas.

Sebab kertas menjadi salah satu komoditas favorit yang bisa sangat laku di pasar Amerika Selatan.

Untuk itu Indonesia akan memanfaatkan perjanjian dagang dengan Chile sebagai hubungan di Amerika Selatan dalam perdagangan komoditas kertas.

Hal ini tertuang dalam Kerja sama dagang Indonesia Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (lC-CEPA). Dengan ini beberapa produk Indonesia yang diekspor ke Chile akan bebas tarif.

Ni Made Ayu Marthini selaku Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan mengemukakan bahwa Kertas dan turunannya menjadi salah satu produk ekspor terbesar Indonesia ke Chile.

“Kami sudah adakan kajian mengenai produk potensial yang bisa manfaatkan Chili sebagai hub, 20 lah produk yang kita kaji. Salah satu potensi itu kertas dan produk kertas, mulai dari boxes and cases (kotak kardus) dan turunannya, itu yang paling tinggi ekspornya ke sana,” kata Ayu di kantornya, Senin (5/8).

Dipilihnya Chile, karena negara tersebut memiliki perjanjian dari beberapa negara lainnya. Sehingga Indonesia diharapkan bisa menawarkan perjanjian dagang ke negara yang bekerja sama dengan Chile.

Selain itu, Chile memiliki kelebihan yaitu tempatnya yang cukup strategis, meskipun pasarnya kecil. Lebih dari itu, produk di Chile banyak yang berbeda dengan Indonesia, sehingga perdagangan bisa beragam dan saling melengkapi.

“Negara ini sangat membuka diri dan jadi hubungan negara dagang, total 29 perjanjian perdagangan yang mereka miliki. Ideal sekali untuk bisa masuk benua Amerika lewat Chile karena mereka bagaikan hubungan,” kataya.

“Kita bisa masuk ke Bolivia, Ecuador, Peru, hingga Argentina lewat Chile,” Ayu menambahkan, sebagaimana dikutip energibangsa.id dari detik.com

Dari data Kemendag, targetnya produk kertas dari Indonesia berupa macam-macam kotak kardus akan diekspor senilai US$28,9 juta. Potensi ekspor kembali kertas dari Chile ke Amerika Selatan sendiri sebesar US$28,9 juta.

Ada juga bahan kertas perekat, yang targetnya diekspor sebesar US$ 17,9 juta. Dengan potensi ekspor dari Chile ke negara tetangganya sebesar US$ 23,3 juta.

Chile akan mengeliminasi 89,6% atau 7.669 pos tarif komoditas Indonesia yang masuk ke sana. Lalu, Indonesia akan eliminasi 86,1% atau 9.308 pos tarif.

Sesuai dengan ketentuannya, perjanjian dagang ini akan berlaku mulai 10 Agustus nanti, atau sekitar 60 hari setelah perjanjian ini ditandatangani kedua negara pada 11 Juni lalu.

Targetnya, di tahun ke lima perjanjian perdagangan dengan Chile, Indonesia dapat meningkatkan nilai ekspornya ke Chili dari yang hanya US$ 158,5 juta pada 2017 menjadi US$ 262,1 juta pada 2024.

Related Articles

Back to top button