ganjar pranowo
Business

Lebih dari 100 Pabrik di Jabar Pindah ke Jateng, Berkah atau Musibah?

0

ENERGIBANGSA.ID – Kabar baik bagi warga Jawa Tengah yang masih belum mendapatkan pekerjaan, karena menjelang akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2020 nanti akan banyak bermunculan pabrik-pabrik baru di Jawa Tengah.

Dalam sebuah konferensi pers, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, untuk tahun 2019, pabrik yang direlokasi ke Jawa Tengah berjumlah 140 pabrik. Itu termasuk relokasi dari Jawa Barat.

Ganjar meyakini bahwa tren relokasi dari provinsi lain ke Jawa Tengah akan terus berlanjut setelah beberapa waktu lalu melakukan pertemuan bisnis dan investasi.

Orang nomor satu di Jawa Tengah ini mengklaim banyak calon investor ingin masuk ke Jawa Tengah.

“Tahun ini 140 pabrik dari Jawa Barat ke Jateng. Ada di Tegal, Pekalongan, Sragen, Boyolali. (Sektornya) macam-macam termasuk Tekstil dan Produk Tekstil,” kata Ganjar sebagaimana ditulis CNBC Indonesia pada Selasa (26/11/2019).

Berkah Jateng, Musibah Bagi Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan bahwa saat ini banyak perusahaan padat karya di Jawa Barat pindah ke Jawa Tengah. Salah satunya karena faktor UMK Jateng yang lebih rendah.

Ridwan Kamil menegaskan, sebagai pemimpin di Jawa Barat ia sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya ini merupakan sebuah tragedi yang menimpa Jawa Barat.

Dia menyebut banyak pabrik angkat kaki dari Jawa Barat lantaran tak kuat dengan beban upah yang ditetapkan.

“Selama ini sudah ada 100-an lebih pabrik dari Jawa Barat pindah ke Jawa Tengah,” tutur pria yang akrab disapa Kang Emil sebagaimana diulas oleh detikcom

Sebagai bentuk penanggulangan atas semakin banyaknya pabrik yang pindah, Kang Emil menetapkan Upah Minimum Kota/ Kabupaten (UMK) melalui surat edaran.

Hal itu dimaksudkan agar pengusaha yang tak mampu menanggung beban upah yang ditetapkan bisa bernegosiasi dengan para pekerjanya.

“Dengan surat edaran pabrik-pabrik itu tidak usah pindah, cukup menegosiasikan dengan buruh-buruhnya upah yang cocok. Nah kalau pakai surat keputusan semua padat karya yang di bawah UMK kena pidana,” ujar Kang Emil.

Kang Emil tidak ingin, semakin banyak pabrik yang pindah meninggalkan Jawa Barat karena akan berisiko meningkatkan angka pengangguran di Provinsi Jawa Barat.

jadi, sobat energi berharap gimana nih? ratusan pabrik itu, semoga banyak yang pindah ke Jateng atau stay di Jawa Barat saja?

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Soal Agnez Mo Whatsoever…

Previous article

Hadapi Era Elektrifikasi, Pertamina Bangun Pabrik Baterai

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Business