fbpx
Ragam Bangsa

Lays, Doritos, dan Cheetos; Snack Legendaris ini Bakal Stop Produksi Agustus 2021, Ini Sejarahnya!

ENERGIBANGSA.ID –Siapa di sini dari kalian yang suka banget sama cemilan yang satu ini? Seperti diberitakan, Lays, Doritos, dan Cheetos segera hilang dari pasar Indonesia.

Hal ini menyusul berubahnya struktur kepemilikan produsen tiga merek tersebut, PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).

Kabarnya cemilan-cemilan ini tidak akan diproduksi lagi di Indonesia mulai Agustus 2021 mendatang.

Sebelum ketiga merek itu hilang dari pasar Indonesia, yuk kita simak sejarah kehadiran ketiga merek.

Lays

Lays merupakan produk cemila Keripik kentang yag  sudah ada sejak sekitar 75 tahun lalu.

Dikutip dari Insider, Kamis (18/2/2021), Lays pertama kali dipasarkan oleh Herman W. Lay pada sekitar tahun 1930-an.

Saat itu, Herman yang berprofesi sebagai salesman, menjual Lays berkeliling menggunakan mobilnya di sekitaran wilayah Nashville, Tennessee, AS.

Beberapa tahun kemudian, Herman membangun perusahaan keripiknya. Namun, di saat yang bersamaan, muncul pesaing Lays yang kemudian dikenal sebagai Fritos.

Setelah bersaing hampir 30 tahun, Lays dan Fritos bergabung membentuk Frito-Lay tepatnya pada tahun 1961.

Empat tahun kemudian, perusahaan gabungan itu bergabung dengan Pepsi-Cola dan membentuk PepsiCo.

Lays lalu hadir dengan 8 varian  rasa khas Amerika. Lalu, perlahan merek camilan ini meluas ke berbagai negara.

Rasanya pun semakin beragam, di India ada Lays rasa Magic Masala dan di Thailand ada rasa Ayam Kemangi dan Kari Kepiting.

Bila ditotal, Lays punya 200 pilihan rasa di seluruh dunia. Wow!

Doritos

Doritos yang merupakan keripik tortilla yang  secara komersial dipasarkan sekitar tahun 1964.

Dikutip dari Huffpost, Doritos dengan cepat menjadi populer di California Selatan dan pada tahun 1966 tersedia di seluruh California.

Tahun 1967, Doritos hadir dengan rasa baru yaitu rasa bumbu taco dan pada 1972 muncul lagi rasa baru yaitu rasa keju nacho.

Ada desas-desus yang menyebut bahwa Doritos pertama kali muncul di Disneyland pada awal 1960-an, di bekas restoran bernama Casa de Fritos.

Frito-Lay memang pemilik tempat itu, tetapi makanannya dipasok oleh makanan Meksiko setempat.

Di restoran itu, para pekerja dan pemasok lokalnya mendapat ide untuk memanfaatkan tortilla yang tak terpakai.

Mereka menggoreng tortilla yang biasanya dibuang itu jadi keripik dan menjualnya kepada tamu. Tak disangka ternyata banyak yang menyukainya.

Eksekutif Frito-Lay pun langsung mencatat resep itu yang kemudian dikenal menjadi Doritos.

Namun desas-desus itu tidak bisa dipastikan kebenarannya.  Bahkan Frito-Lay sendiri pun tak yakin dengan cerita itu.

Kini, Doritos punya sekitar 17 pilihan rasa. Di Indonesia, Doritos hanya tersedia 3 rasa saja yakni Doritos Barbeque, Nacho Cheese, dan Roasted Corn.

Cheetos

Cheetos ditemukan pada tahun 1948 oleh pendiri Fritos yakni Charles Elmer Doolin di Dallas, Texas.

Doolin akhirnya bermitra dengan Herman W.Lay (pencetus merek Lays) untuk memproduksi Cheetos secara nasional serta produk kentang lainnya bernama Fritatos.

Cheetos terbukti sangat sukses diterima di masyarakat, akhirnya Doolin dan Herman Lay menggabungkan dua perusahaan mereka dan membentuk Frito-Lay Inc.

Seluruh makanan ringan Frito-Lay Inc itu akhirnya dimiliki oleh PepsiCo.

Produk Cheetos pertama yang dirilis adalah Crunchy Cheetos. Kemudian, pada tahun 1971 barulah muncul produk Cheetos lainnya yakni Cheetos Puffs.

Dari berbagai varian rasa yang dikeluarkan Cheetos, varian  rasa Flamin Hot Cheetos yang sukses besar sejak pertama kali dirilis pada awal 1990-an.

Kini, Cheetos punya sekitar 35 pilihan rasa.

Di Indonesia, hanya ada 5 varian rasa yaitu Cheetos Net BBQ Flavor, Grilled Chicken Flavor, Roast Corn Flavor, Cheetos Puffs Cheddar Cheese Flavor, dan Cheetos Puffs BBQ Steak Flavor.

(Ara/ EB)

Related Articles

Back to top button