fbpx
Kabar Daerah

Kunjungan Kerja Monitoring, Wonogiri Disebut Sukses Atasi Pandemi Covid-19

WONOGIRI, energibangsa.id—Memiliki jumlah kasus terkonfirmasi positif paling sedikit se- Solo Raya, Pemkab Wonogiri dinilai berhasil menangani Pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Soni Sumarsono dalam Kunjungan Kerja Monitoring Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, di Ruang Girimanik Setda Kabupaten Wonogiri, Rabu (10/3/2021).

“Kalau kita lihat perkembangan Covid-19, di Soloraya itu Wonogiri adalah daerah yang geografisnya cukup luas, 25 kecamatan dengan lebih dari 290 desa dan kelurahan, tapi faktanya di dalam penanggulangan Covid di Soloraya ini, Wonogiri paling sukses, “sebut Soni.

Legislator itu juga menjelaskan kasus terkonfirmasi di Wonogiri paling rendah se-Soloraya.

Seperti disebutkan, ada sekitar 3.200-an kasus sampai dengan data hari ini.

Sementara kabupaten kota lain ada di angka 5.000 (kasus) hingga 9.000 (kasus) akumulasi.

Soni juga menilai tingkat loyalitas ketertiban masyarakat dalam mematuhi PPKM Mikro dan protokol kesehatan sangat tinggi.

“Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya kegiatan sosial kemasyarakatan, perhelatan, hajatan dan perekonomian, tidak ada pemberitaan negatif terkait isu-isu pelanggaran protokol kesehatan di Wonogiri,” ujar Soni.

Menutup obyek wisata

Menanggapai hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, Haryono menyampaikan, sejak dikeluarkannya surat edaran pembatasan kegiatan masyarakat dan penegakkan aturan protokol kesehatan dari Pemerintah Pusat, Pemkab Wonogiri mengambil kebijakan untuk tidak membuka objek wisata.

Selain itu meniadakan kegiatan yang mengumpulkan massa, dan pembatasan kegiatan hajatan/pernikahan.

“Keberhasilan ini salah satu kunci utamanya adalah faktor leadership kami. Pak Bupati sejak awal pandemi tahun 2020, beliau sudah mengambil langkah untuk hajatan dan pariwisata ditiadakan dan ditutup,”beber Haryono.

“Sampai dengan hari ini pelaksanaan PPKM mikro, pariwisata masih ditutup, dan hajatan dibatasi hanya boleh dihadiri 30 orang untuk akad nikah dan tidak diperbolehkan melaksanakan resepsi,” imbuhnya.

Dikatakan, salah satu dilema yang dihadapi Pemkab Wonogiri saat ini adalah terkait pelaksanaan ujian praktik bagi SMK.

Dengan ketentuan proses pembelajaran yang harusnya dilaksanakan secara daring, mempersulit proses praktikum para siswa SMK.

“Karena kalau dilaksanakan di rumah, tidak semua memiliki alat praktikum. Oleh karena itu kami mengeluarkan kebijakan khusus untuk praktik boleh dilaksanakan di sekolah, dengan sistem shif dan kuota 50 persen. Kalau siswanya 40 (orang) ya masuknya 20-20 (orang) dengan prokes ketat,” katanya.

Telah lakukan vaksinasi II

Berbicara tentang capaian vaksinasi di Kabupaten Wonogiri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Adi Dharma mengatakan, sampai saat ini Wonogiri telah melakukan vaksinasi dua tahap.

Tahap pertama telah selesai untuk tenaga kesehatan dengan capaian 4.479 orang.

Sedangkan tahap kedua sedang berlangsung untuk tenaga pelayanan publik, yakni TNI, Polri, dan ASN, serta direncanakan lansia.

“Kami sudah menyiapkan 39 fasilitas kesehatan (faskes) dengan ruangan khusus untuk vaksinasi di seluruh Kabupaten Wonogiri, sehingga dapat mengakomodir vaksinasi bagi seluruh masyarakat nantinya,” kata Adi.

Meski demikian Adi tidak menampik adanya beberapa hambatan dan kendala yang dialami Pemkab Wonogiri dalam pelaksanaan proses vaksinasi.

Namun, itu sebenarnya masalah nasional yang pasti juga dihadapi kabupaten kota lain. Yakni terkait penentuan prioritas sasaran karena keterbatasan produksi vaksin.

“Pemberitaan media nasional yang memicu tanda tanya masyarakat, di Jakarta pedagang pasar sudah vaksin, di Wonogiri kapan, ini ternyata juga jadi pertanyaan besar masyarakat kami,” ujarnya.

Adi berharap melalui monitoring kali ini, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah Pusat dengan praktik pelaksanaan penanggulangan Covid-19 di lapangan, khususnya di Kabupaten Wonogiri. (dd)

Related Articles

Back to top button