Kabar IndonesiaNasional

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Karena Warga Ibukota Pakai Bensin Murah?

ENERGIBANGSA.ID – Kita semua harus jujur mengakui bahwa kualitas udara di Jakarta semakin hari semakin buruk, polusi di ibukota ini menjadikan banyak orang menderita gangguan pernapasan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pernah menyebut, warga ibu kota tercatat habiskan uang lebih dari Rp 38,5 triliun untuk berobat akibat dampak buruk polusi ini.

Pada Desember tahun lalu, pembahasan ini telah melibatkan para pemangku kepentingan, terdiri dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, serta Pertamina.

Di situ resmi Kemenperin menyebut bahwa meski putusan mengenai kebijakan pengurangan polusi belum final namun ada aturan yang menetapkan bahwa semua kendaraan baru yang dijual di Indonesia harus memenuhi standar Euro 2  untuk kendaraan roda empat dan Euro 3 khusus sepeda motor agar ramah lingkungan.

Selain soal kendaraan yang ramah lingkungan, masalah lainnya juga karena penggunaan bahan bakar murah (subsidi) jauh lebih banyak dibanding konsumsi bahan bakar dengan oktan tinggi (non-subsidi).

Tahun lalu, Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito mengatakan, bahwa kualitas udara di Jakarta masih jauh di bawah Singapura. Salah satu penyebabnya adalah karena penggunaan bensin oktan rendah: Premium.

Sobat energi, sebagai generasi yang mementingkan kualitas hidup, tentu saja kita memiliki peran penting dalam usaha mengurangi polusi udara akibat asap kendaraan bermotor.

Kita memang tidak dapat menghentikan penggunaan kendaraan bermotor. Akan tetapi, kita dapat mulai mengurangi pencemaran udara dengan beralih menggunakan Pertamax. Lebih hemat, lebih bertenaga, dan lebih ramah lingkungan.

Sobat yang tidak di ibukota? Ya, meskipun kita sering disebut dari ‘Jawa’, dari ‘desa’ tapi kita tetap harus mencintai lingkungan kita bukan? Yuk, peduli lingkungan.

Related Articles

Back to top button