fbpx
Kabar Daerah

Kota Semarang Sambut Hari Pertama Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), Simak Berbagai Hal Berikut Ini!!!

SEMARANG, energibangsa.id – Keputusan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi akhirnya  menetapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat menyusul kebijakan Pemprov Jateng bersama seluruh daerah yang ada di Pulau Jawa dan Bali.

Selama 14 hari terhitung dari tanggal 11 Januari sampai 25 Januari 2021, Hendi menyebutkan kegiatan PKM yang dilakukan merupakan hasil dari sejumlah revisi dari aturan PKM yang sebelumnya berjalan.

“Melihat perkembangan sekarang ini, maka Pemkot Semarang akan menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dengan pengetatan PKM, dengan penyesuaian yang telah kita bahas bersama Forkopimda,” pungkas Hendi.

Work From Home Lagi Gaes…

Penetapan kebijakan ini akan berpengaruh pada sistem kerja yang tadinya 50 persen dilakukan di dalam rumah atau Work From Home (WFH), kini menjadi 75 persen sesuai arahan dari pemerintah pusat. Atau pemangkasan jam kerja dari jam 08.00 sampai jam 14.00 WIB.

Untuk segmen pendidikan sendiri, Hendi masih menetapkan sistem pembelajaran dari rumah melalui metode daring. Ini berarti tingkat pendidikan TK sampai SMP belum pernah melakukan pembelajaran tatap muka selama hampir setahun kebelakang..

Pada operasional pusat perbelanjaan nantinya akan berpengaruh pada penutupan lebih awal menjadi pukul 19.00 WIB. Berbeda dengan tempat usaha PKL, restoran, tempat hiburan yang sedikit melonggarkan waktunya menjadi 21.00 WIB.

Ibadah Diluar Rumah Diperbolehkan, Resepsi Pernikahan Dilarang

Melansir dari semarangkota.go.id, Hendi juga meyakinkan untuk aktifitas di tempat ibadah masih diperbolehkan, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, serta membatasi kapasitas sebanyak – banyaknya 50%.

Di sisi lain untuk kegiatan seperti seminar, dialog, diskusi selama dua minggu pengetatan PKM, Hendi minta semua aktifitas tersebut ditunda. Sedangkan untuk acara pernikahan, Pemerintah Kota Semarang hanya memperboleh sebatas akad nikah saja.

Kemudian untuk aktifitas transportasi umum, Hendi poin – poin dalam aturan PKM yang sudah ditetapkan sebelumnya tetap berjalan. Hal itu termasuk operasional BRT Trans Semarang yang hanya boleh diisi 50% kapasitas penumpang, dengan pengecekan pemakaian masker serta suhu tubuh yang dimintanya lebih ketat.

Wali Kota Semarang tersebut juga memastikan akan menutup 9 ruas jalan di Kota Semarang, dengan ketentuan 7 ruas jalan akan ditutup 24 jam, sedangkan terkhusus Jl. Letjen Suprapto (Kota Lama) dan Simpang Lima hanya akan ditutup mulai pukul 21.00 sampai 06.00.

“Insya Allah satu atau dua hari ini sudah ditandatangani dan siap untuk dijadikan kebijakan,” tandas Hendi. (Ozan/EB)

Related Articles

Back to top button