fbpx
Inspirasi Bangsa

Kopas PMI Semarang, Ikhtiar Selamatkan Jiwa

Energibangsa.id , Salatiga – Komunitas Pedonor Apheresis Semarang (KOPAS) merupakan kumpulan sukarelawan donor darah apheresis. Terbentuknya komunitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rhesus darah apheresis.

Kopas PMI Semarang, Ikhtiar Selamatkan Jiwa
Kopas PMI Semarang, Ikhtiar Selamatkan Jiwa

“Kopas ini merupakan ikhtiar kita dalam memenuhi kebutuhan reshus darah,” kata Sekretaris Pengurus PMI Kota Semarang H Surachman usai mengukuhkan komunitas yang bernaung dibawah PMI Kota Semarang di Kopeng, Salatiga, Minggu (16/2/2020).

Surachman melanjutkan, untuk mengikuti donor darah apheresis harus yang sudah rutin berdonor darah dan melewati proses yang lebih ketat. Disamping itu proses donornya memakan waktu lebih lama dibanding donor selain apheresis.

Selain itu, pemilik darah dengan rhesus negatif sangatlah langka karena pada umumnya masyarakat Indonesia memiliki rhesus positif, “Istimewa dan luar biasa sekali kami bisa bertemu dengan para relawan donor darah rhesus negatif,” kata Surachman dengan bangga.

Hal senada dinyatakan Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, dr Ana Kartika dalam sambutan tertulis yang dibacakan dr. Yusti. Pihaknya mengaku sangat terbantu dengan adanya para pendonor apheresis.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pedonor yang sewaktu-waktu dapat langsung hadir untuk memenuhi kebutuhan apheresis”, kata dr. Yusti.

Kopas PMI Semarang, Ikhtiar Selamatkan Jiwa

Dia menjelaskan, apheresis sangat dibutuhkan oleh pasien yang menderita leukimia. Sedangkan rhesus negatif memang dibutuhkan untuk pasien yang rhesusnya negatif, “Karena memang umumnya orang Indonesia rhesusnya positif,” ungkapnya.

Sementara Koordinator rhesus negatif Harry Murdiyanto dalam testimoninya menceritakan pengalaman ketika saudaranya meninggal saat melahirkan karena membutuhkan rhesus darah saat persalinan, “Saat itu saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau tahu darah saya rhesus negatif mungkin bisa membantu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia berharap anggota komunitasnya terus bertambah sehingga dapat saling berbagi informasi dan membantu sesama, “Saat ini sudah ada 200 orang lebih. Mudah-mudahan tambah banyak, biar tambah manfaat,” ujarnya. (*)

Related Articles

Back to top button