Kabar IndonesiaNasionalRagam Bangsa

Komit Atasi Perubahan Iklim, Indonesia Sumbang Dana AIS

ENERGIBANGSA.ID — Indonesia akan menyumbangkan dana sebesar US$1 juta setara Rp14 miliar (mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS) kepada The Archipelagic and Island States (AIS).

Sumbangan tersebut akan digunakan untuk pendanaan berbagai proyek menyangkut perubahan iklim dan perlindungan laut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, saat membuka Konferensi AIS di Jakarta 2017 (dok Twitter )

Luhut Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkapkan bantuan itu akan diserahkan melalui Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan atau The United Nations Development Programme (UNDP). 

“Negara-negara pulau itu banyak yang punya masalah, masalah suhu. Bisa juga pulau-pulau itu dengan naiknya suhu bumi, pulau-pulau itu juga bisa hilang,” katanya, Selasa (16/7). 

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadhewa menjelaskan dana tersebut akan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pencairan dana dilakukan secara bertahap dari APBN 2019 hingga APBN 2021 nanti. 

“Jadi US$300 ribu dari APBN 2019, setelah itu US$350 ribu (APBN 2020), dan sisanya 2021. Kami harapkan negara lain juga ikut kontribusi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia Christophe Bahuet mengatakan forum itu merupakan bukti keseriusan Indonesia dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

“AIS Forum adalah bukti komitmen Indonesia untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) terutama untuk mengatasi perubahan iklim,” ujarnya, sebagaimana dikutip energibangsa.id dari cnnindonesia.com

Para perwakilan anggota AIS saat menghadiri Konferensi pertama AIS di Jakartan 2017. (dok Darilaut.id )

The Archipelagic and Island States (AIS) merupakan wadah bagi negara kepulauan untuk mengangkat isu kelautan dan mitigasi dampak perubahan iklim, dimana Indonesia sebagai pelopornya.

Indonesia menginisiasi pembentukan AIS pada 2017. Selanjutnya, forum itu diresmikan pada November 2018. 

Menurut data yang diperoleh tim energibangsa.id, saat ini, tercatat sudah 49 negara resmi bergabung dalam AIS Forum. 

Negara-negara yang tergabung dalam AIS antara lain Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea-Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, dan Selandia Baru.

Selanjutnya ada Papua Nugini, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, dan Timor Leste.

Pembentukan forum negara kepulauan dan negara pulau internasional ini, dimaksudkan untuk membentuk kerjasama teknis dalam isu ekonomi biru, adaptasi perubahan iklim, dan perikanan berkelanjutan.

Related Articles

Back to top button