Nasional

Kominfo: Kami Berupaya Agar Energi Bangsa Tidak Habis Karena Hoax

ENERGIBANGSA.ID – Menanggapi berbagai kerusuhan publik yang muncul akhir-akhir ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti menegaskan peristiwa rusuh di akhir-akhir ini sering disebabkan oleh berita yang tidak jelas yang beredar di media sosial.

“Peristiwa (kerusuhan di Surabaya dan Papua) kemarin basisnya karena berita yang tidak jelas. Ada orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita hoax, tanpa memikirkan dampak nasional untuk keutuhan bangsa dan negara,” tegas Niken dalam acara Flash Posting bertajuk “Optimis Aja” di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/8).

Niken berharap netizen Indonesia semakin memiliki dewasa dan bijak dalam bersosial media.

Sekjen Kementrian Komunikasi dan Informatika ini mengakui bahwa media sosial sudah termasuk ke dalam salah satu pilar demokrasi, karena mampu memberikan added value bagi perjalanan demokrasi.

Niken merujuk pada peristiwa Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 dan Pemilu Serentak Tahun 2019 kemarin. Media sosial mampu menopang perjalanan demokrasi dalam kegiatan politik tersebut.

“Media sosial betul-betul bisa memberikan value added bagi masyarakat di era demokrasi. Namun di satu sisi bisa juga menyebabkan potensi disintegrasi bangsa seperti yang terjadi di Surabaya, hingga merembet ke beberapa tempat hingga Makassar dan Papua,” urainya.

Niken menegaskan bahwa sekarang Pemerintah berupaya agar energi bangsa tidak dihabiskan oleh berita hoax, terorisme dan intoleransi.

“Ini (sebaran berita bohong di media sosial) harus dihentikan. Kita harus membersihkan media sosial dari potensi yang mendeskreditkan pihak-pihak tertentu yang berujung pada disintegrasi bangsa,” lanjutnya.

Itulah sebabnya, lanjut Niken, pada periode kedua pemerintahan Jokowi memiliki tagline SDM Unggul, Indonesia Maju. Karena agar memiliki SDM yang unggul pasti tidak mudah termakan hoax dan ujaran kebencian.

Related Articles

Back to top button