Kabar IndonesiaKesehatanRagam Bangsa

Komedian Nunung Terjerat Narkoba, Sebenarnya Apa Efek Sabu-sabu?

ENERGIBANGSA.ID – Komedian Srimulat Nunung bersama suaminya Iyan Sambiran baru saja ditangkap pihak kepolisian karena kepemilikan dan penggunaan metamfetamina seberat 0,36 gram.

Metamfetamina atau lebih dikenal dengan sabu-sabu merupakan salah satu jenis narkotika yang banyak disalahgunakan keberadaanya di Indonesia.

Dengan cara dihisap, sabu-sabu dapat menimbulkan halusinasi, meningkatkan daya khayal seseorang, dan membangkitkan stamina.

Menukil dari Beritagar, efek dari penggunaan sabu-sabu baru akan terasa mulai dari empat hingga 12 jam kemudian. Sementara durasi efek sampingnya bisa berlangsung sampai dengan 24 jam.

Meski diyakini dapat menambah stamina dalam tubuh, namun Tim Energi Bangsa sangat tidak menyaran Sobat Energi untuk mencoba narkotika ini.

Penggunaan sabu-sabu secara ilegal dan tidak memenuhi kaidah kesehatan dapat memberikan pengaruh buruk bagi tubuh kalian. Apa sajakah itu?

Kecanduan

Sabu-sabu memiliki peran sebagai stimulan yang dapat memproduksi dopamin lebih banyak sehingga menimbulkan rasa senang yang berlebihan. Lonjakan rasa senang ini dapat membuat seseorang tidak membutuhkan makan dan tidak merasa lapar.

Selain itu sabu-sabu juga memiliki zat adiktif yang mengakibatkan seseorang menjadi kecanduan. Faktanya, kecanduan pada sabu-sabu yang menghasilkan dopamin berlebih ini sangat membahayakan.

Dr Marcia Fogarty, Direktur Eksekutif dari Hunter New England Mental Health Services menguraikan, makanan mampu memberikan 50 unit dopamin, seks sebanyak 120, dan kokain tujuh kali lebih banyak dari makanan. Sementara sabu-sabu bisa memberikan sampai 1.200 atau 24 kali dari kadar yang bisa diberikan makanan.

Efeknya lebih kuat 10 kali daripada seks sehingga tidak heran beberapa orang bisa kecanduan.

Paranoid

Dari sisi psikologis, seseorang yang mengonsumsi sabu-sabu akan mudah merasa cemas, bingung, tidak bisa tidur, memiliki perubahan suasana hati, bahkan depresi.

Ketika sabu-sabu telah merasuk dalam tubuh, ia akan memberikan efek halusinasi yang besar pada penggunanya. Pengguna akan merasa mendengar atau melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada, melukai diri sendiri, hingga berujung pada depresi.

Kerusakan Otak

Narkotika yang dikonsumsi oleh pemilik nama asli Tri Retno Prayudati ini dapat mengakibatkan suhu tubuh pengguna menjadi naik sangat tinggi.

Ketika suhu tubuh mendadak naik dengan sangat tinggi, pengguna akan mendapati keadaan pingsan, dan yang paling buruk adalah kematian.

Apabila dikonsumsi secara berlebihan (overdosis), sabu-sabu dapat menyebabkan gagal jantung dan stroke. Bahkan penggunaan sabu-sabu dalam jangka panjang dapat membuat fungsi otak menjadi melemah dan berakhir dengan kerusakan otak.

Sekali lagi, artikel ini berfungsi untuk mengedukasi Sobat Energi tentang bahayanya penggunaan narkotika sabu-sabu pada tubuh. Selain itu, penyalahgunaan narkotika juga dapat seseorang mendapat jeratan hukum.

Maka dari itu, lebih baik kita menjadi energi bangsa yang selalu menghadirkan karya-karya melalui cara positif.

Kalau Indomie saja sudah membuat candu, kenapa harus mengonsumsi sabu-sabu?

Related Articles

Back to top button