fbpx
DaerahKabar Indonesia

Klaim Risma: Surabaya Aman dan Terkendali!

ENERGIBANGSA.ID (Surabaya) – Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa kasus COVID-19 di Surabaya sudah bisa dikendalikan.

Hal tersebut dilontarkannya berdasarkan data pasien positif COVID-19 yang jumlahnya terus berkurang.

Saat ini tercatat tinggal 400 pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap dan 300 pasien menjalani rawat jalan.

“Alhamdulillah kondisi Surabaya sudah bisa kita kendalikan. Saat ini kurang lebih (pasien yang menjalani perawatan) 400 rawat inap dan 300 rawat jalan,” kata Risma melalui siaran persnya, Selasa (25/8).

Dirinya mengaku bahwa di masa pandemi berlangsung, kondisi perekonomian Surabaya terbilang cukup positif, meski tidak terlalu signifikan.

Namun, pihaknya memastikan bakal terus berupaya agar perekonomian di Kota Pahlawan terus meningkat.

“Surabaya ekonominya tetap positif meskipun tidak terlalu tinggi. Berat kondisinya kalau kita tidak melakukan (pemulihan ekonomi) maka yang terjadi adalah PHK atau kejahatan. Karena itu kita coba pelan-pelan hidupkan ekonomi kita,” ujar politisi Partai Perjuangan Demokrasi (PDI) Perjuangan ini.

Risma Surabaya

Risma juga mengatakan bahwa kesadaran warga terhadap protokol kesehatan COVID-19 semakin membaik. Bahkan di tempat yang dulunya pernah di lockdown, saat ini justru semakin terlihat disiplin.

“Jadi beberapa tempat yang pernah kita lockdown seperti Pasar Kapasan itu sekarang mereka lebih disiplin saling mengingatkan,” lanjut dia sebagaimana dikutip dari republika.com

Kepala Polisi Resor Kota besar (Kapolrestabes) Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir menyatakan pihaknya bersama dengan TNI siap mendukung penuh Pemkot Surabaya dalam menumpas para pelaku pelanggar protokol kesehatan, sesuai dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020.

Upaya ini dilakukan dalam rangka percepatan penanggulangan kasus Covid-19 di Surabaya.

“Jadi ini pencanangan, ke depannya ini akan dilakukan dengan satgas-satgas yang ada,” kata Isir.

Isir mengaku pihaknya telah membantu Satgas yang memiliki tugas masing-masing.

Mereka terdiri atas Satuan Tugas (satgas) Pembinaan Masyarakat, Satgas Patroli, dan Satgas Penegakan Hukum.

Satgas ini juga dibantu relawan penegak disiplin protokol kesehatan yang berasal dari unsur masyarakat.

“Ini bentuk kolaboratif, mulai malam ini hingga seterusnya kita akan lakukan upaya-upaya terkait dengan penegakkan disiplin protokol kesehatan,” kata dia. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button