fbpx
Kabar Daerah

KKN UIN Walisongo Jadi Pelopor Kerajinan dari Sampah Plastik di Desa Branjang

KABUPATEN SEMARANG, energibangsa.id – Kelompok mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang melakukan pelatihan pemanfaatan sampah plastik (ecobrick), Selasa, (16/2/2021) kemarin.

Sampah plastik itu bisa digunakan sebagai bahan kerajinan yang ramah lingkungan dengan warga Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Hadir sebagai narasumber, Dra. Eko Gustini Wardani Pramukawati. Acara yang dimulai pukul 09.00 wib itu diisi sambutan terlebih dulu oleh kordinator KKN Ahmad Aziz Rofida.

KKN UIN Walisongo Jadi Pelopor Kerajinan dari Sampah Plastik di Desa Branjang

Sementara, jalannya pelatihan itu dipandu oleh Anisa Fitri Rachela selaku moderator acara.

Pramukawati dalam materinya menyampaikan keprihatin apalagi di masa pandemi ini banyak plastik yang tercecer.

Pemanfaatan sampah (ecobrick)

“Agar tidak mencemari lingkungan, maka kita buat sesuatu yang bermanfaat dengan ecobrick”, ucapnya.

“Ecobrick dijadikan sebuah kerajinan, tetapi itu membutuhkan keterampilan tertentu”, sambungnya.

Pramukawati secara lebih lanjut mengemukakan, ecobrick sebagai salah satu cara yang paling mudah dan murah untuk membuat kerajinan.

Hanya berbahan plastik kering dan bersih. Setelah itu dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam botol dengan kepadatan minimal 0,33 volume botol.

KKN UIN Walisongo Jadi Pelopor Kerajinan dari Sampah Plastik di Desa Branjang

“Kalau botol 600 ml berarti minimal 220 ml dan kalau botol 300 ml minimal 110 dan sebagainya. Agar terlihat rapi cukup menggunakan botol yang berwarna atau diwarnai sesuai selera,”ungkapnya.

“Proses pemadatan harus menggunakan kayu yang tumpul. Itu karena jika menggunakan bahan logam atau kaca bisa merusak plastik dan tergantung bagaimana proses penekanannya. Maka perlu pelatihan agar kerajina tersebut mencapai hasil yang maksimal”, terangnya.

Pramukawat juga mengaku bangga bisa berbagi dengan para mahasiswa dan masyarakat. Lebih lanjut, ia memberikan saran, untuk mengelola plastik untuk mengurangi pencemaran Covid.

“Saya sendiri telah menekuni Ecobrick ini dari tahun  2017,”, ucapnya bangga. (*)

Related Articles

Back to top button