fbpx
Essai

Kitab ‘Tambihun Nahdliyyin’, Ditulis Pegon Untuk Peringatan Ber-NU

Oleh M. Abdullah Badri

ENERGIBANGSA.ID—Kitab ‘Tambihun Nahdliyyin’ (Peringatan untuk warga NU) ini ditulis mengingat saat itu,—zaman kitab disusun—banyak warga NU yang mulai pudar ber-amaliyah di NU.

Kitab ini harganya hanya Rp 85.000 saja. Jumlah bukunya sangat terbatas. Bagi yang berminat, silakan japri WA klik link ini.

Kitab ini disusun karena prihatin atas fakta di lapangan bahwa Jamiyyahnya ada, tapi praktik berjama’ahnya dianggap semakin menurun.

Penulis menggambil contoh Lailatul Ijtima’. Dulu, saat awal NU berdiri, tiap tanggal 15 Qamariyah, jama’ah NU berijtima’ dalam satu malam yang kemudian disebut sebagai Lailatul Ijtima’ (malam berkumpul).

Jama’ah NU rajin dan rutin ber-Lailatul Ijtima’ di kantor NU, masjid maupun mushalla.

Malam penuh berkah

Malam itu benar-benar dijadikan sebagai malam penuh berkah. Di malam Lailatul Ijtima’ itulah, warga NU diajak untuk meninggalkan hiruk pikuk urusan dunia, walau hanya sebulan sekali.

Mereka berkumpul dengan para ulama shalihin, bertatap muka, dan saling memberikan manfaat.

Selain itu, di malam Lailatul Ijtima’ ada aktivitas shalat ghaib berjama’ah untuk para a’dla’ (anggota) Nahdlatul Ulama’ yang sudah tiada.

Lengkap dengan membaca surat Yasin dan Tahlil yang pahalanya dikirimkan kepada ahli kubur yang mendahului ‘sowan’ ila hadratillah. (hlm. 9-10)

Bisa dikatakan, dulu, malam Lailatul Ijtima’ adalah malam kesadaran penuh berkah dari Jama’ah NU untuk pendahulunya.

Mereka sadar dan mengirim doa. Jadi, menjadi warga NU tidak hanya bermanfaat ketika masih hidup, tapi juga pasca wafat. Lailatul Ijtima’ benar-benar jadi alarm warga NU agar mengingat yang telah tiada.

Hadist penguat

Rasulullah Saw., bersabda:

يرفع العذاب عن الأموات بدعاء الأحياء

Artinya: “Adzab orang mati diangkat karena doa yang masih hidup”.

من أعان على ميت بقراءة او ذكر استوجب الله له الجنة

Artinya: “Barangsiapa menolong mayit dengan bacaan atau dzikir, Allah memberinya surga”.

Ditulis dalam huruf pegon

Dalam Tambihun Nahdliyyin ini, dalil-dalil amaliyah lain yang dipraktikkan oleh warga NU sejak berdiri hingga sekarang tertulis cukup lengkap dalam Bahasa Jawa halus aksara Pegon berharakat.

Dan hampir semua isinya merujuk kepada kitab-kitab ulama Nusantara, yang sangat bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Lailatul Ijtima’ dan sejarah nya hanya satu dari puluhan bab tentang ke-NU-an dan ke-Aswaja-an yang ditulis oleh tiga kiai asal Banyuwangi dalam kitab pegon ini.

Diterbitkan versi baru

Sudah pernah dicetak pada tahun 1996. Kini, atas ijin keluarga, kitab Tambihun Nahdliyyin dicetak ulang dengan kertas putih dan cover yang menarik.

Harganya hanya Rp 85.000 (Silahkan Datang sendiri di Ngabul, Jepara). Bagi yang berminat, silakan japri WA klik link ini.

Saya hanya diberi jatah 100 eksemplar saja. Setelah terjual semua, tidak ada lagi. Terbatas untuk kalangan warga NU dan yang tertarik dengan amaliyah aswaja saja.

Bagi yang berminat, silahkan WA dan kirim alamat lengkapnya. Dan apabila harus menggunakan jasa pengiriman maka ongkos kirim ditanggung pembeli. [*]

Related Articles

Back to top button