fbpx
Kabar Indonesia

Kisah Sukses Founder MS Glow Awali Bisnis dari Reseller Produk Kecantikan

ENERGIBANGSA.ID – Sobat energi mungkin sudah tidak asing lagi dengan merek kosmetik MS Glow. Sejak tahun 2013, MS Glow sudah mendapatkan perhatian masyarakat, hingga saat ini perkembanganya pun bertumbuh pesat.

Sejak 2017 lalu, MS Glow telah membuka klinik kecantikan sendiri dengan menggunakan brand yang sama. Bahkan baru-baru ini, MS Glow membayar mahal selebritis kenamaan; Ivan Gunawan menjadi Brand Ambassador MS Glow.

Nah, kesuksesan MS Glow tentu tidaklah didapatkan secara instan. Ada asam-pahit dalam merintis skincare fenomenal itu.

Bagaimana kisah sukses para foundernya? mari kita simak kisahnya berikut ini.

Bermula dari Reseller Kosmetik

Para founders MS Glow, yakni Maharani Kemala Dewi yang akrab disapa Maharani dan Shandy Purnamasari, awalnya memulai usaha dibidang kecantikan dengan menjadi reseller. Dimana mereka menjual produk kosmetik secara eceran.

Bahkan produk yang mereka jual bukan milik mereka sendiri. Meskipun menjual produk kosmetik eceran, pada saat itu hasil penjualan mereka cukup banyak dan pertumbuhan konsumen mereka pun semakin besar. 

Merasa pertumbuhan konsumennya yang pesat, Shandy pun memiliki ide untuk membuat brand kosmetiknya sendiri. Dan akhirnya terciptalah MS Glow, dimana MS Glow sendiri diambil dari singkatan nama mereka sendiri, yakni Maharani dan Shandy (MS).

Butuh Modal Milyaran

Namun, rintangan bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Memiliki ide dan konsep bisnis yang sudah jelas saja belum cukup untuk menjalankan bisnis kosmetik.

Awalnya mereka ingin berpartner dengan perusahaan jasa maklon untuk memproduksi kosmetik MS Glow. Management pabrik yang akan diajak bekerja sama dengan MS Glow memberikan persyaratan sejumlah dana yang harus dipenuhi oleh Maharani dan Shandy.

Tidak tanggung-tanggung, dana yang harus mereka persiapkan sebesar Rp1 miliar. Mereka tidak pernah menyangka kalau harus menghadapi masalah secepat ini di awal proses impiannya. 

Dana tersebut akan digunakan untuk mengurus segala kebutuhan bisnis kosmetik mereka. Mulai dari membuat produk, seperti facial wash, toner, krim siang, dan krim malam.

Haki, Aspek Legal, Ijin Edar dan BPOM

Selain itu, ada aspek legalitas dari bisnis kosmetik yang juga harus mereka persiapkan. Mulai dari mengurus pendaftaran merek, mengurus sertifikat halal, dan mengurus izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang sudah menjadi kewajiban bagi pelaku usaha kosmetik.

Merintis bisnis di awal, bagi Maharani dan Shandy saat itu dana Rp1 miliar sangatlah besar. Akan tetapi, Karena sudah menjadi kewajiban bagi pengusaha di bidang kosmetik untuk memiliki izin edar BPOM sebelum mengedarkan produknya ke masyarakat.

Mereka pun harus memenuhi kewajibannya dan menjadikan hal tersebut sebagai tantangan yang harus dihadapi.

Kewajiban bagi pengusaha kosmetik untuk memiliki izin edar diatur dalam Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 tahun  2009 tentang Kesehatan (UU Kesehatan) yang berbunyi “Sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapatkan izin edar.”

Sediaan farmasi dan alat kesehatan yang dimaksud termasuk didalamnya ada kosmetik. 

Resiko Denda 1,5 M

Jika saja Maharani dan Shandy memilih menjual kosmetik tanpa menggunakan izin edar, maka kemungkinan terburuknya mereka dapat terjerat sanksi pidana penjara hingga 15 tahun atau membayar denda hingga Rp1,5 miliar (Pasal 197 UU Kesehatan). 

Sanksi tersebut bukanlah sekedar isapan jempol. Sudah banyak kasus pengusaha kosmetik yang mengedarkan produknya tanpa izin edar harus rela di penjara atau membayar denda. 

Sadar akan kewajiban dan resikonya Maharani dan Shandy menjadikan hal tersebut sebagai tantangan yang harus dihadapi.

Maharani dan Shandy pun berdiskusi mencari cara untuk mendapatkan dana Rp1 miliar tersebut demi memenuhi legalitas bisnis MS Glow tersebut.

“Kita harus menjual aset untuk mendapatkan dana” ujar salah satu pemilik MS Glow.

Maharani dan Shandy memutuskan untuk menjual aset yang mereka miliki untuk mengumpulkan dana sampai Rp1 Miliar.

Optimalkan Sosial Media 

Shandy mengungkap, sebelum MS Glow sebesar sekarang, awalnya ia menjual produk perawatan kulit atau skin care secara online pada tahun 2013. Ia mengaku merintis bisnis tersebut melalui media sosial.

“Awalnya tahun 2012 atau 2013 waktu awal-awal media sosial, Kak. Aku kan nggak ngapa-ngapain ya, kalo yang lain pake media sosial buat pribadi, aku manfaatin medsosku untuk jualan. Jualan skin care,” ungkapnya.

Pasangan suami istri asal Malang ini mengaku penjualannya waktu itu laris manis. Hal ini dikarenakan tidak ada penjual yang menjajakan dagangannya melalui media sosial atau secara online.

“Pada saat itu, emang belum banyak yang pake media online sih dan nggak ada pesaingnya jadi laris banget,” tambahnya.

Shandy juga menceritakan alasannya memakai media online untuk menjual dagangannya. Ia merasa tidak malu untuk menjual dagangannya di media sosial pribadinya.

“Kalo jualan itu kan, tergantung personalitinya ya. Nggak usah malu lah untuk jualan. Aku tu tipe orang yang nggak malu buat jualan. Waktu itu masih pake BBM ya, pake akun pribadi, Instagram, Facebok, semua pake akun pribadi buat jualan,” ujarnya.

Kerjasama dengan Pabrikan

Setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1 miliar, Maharani dan Shandy akhirnya berhasil bekerja sama dengan pabrik yang akan memproduksi dan mengurus aspek legalitas bisnis MS Glow. 

Hasil kerja keras mereka pun terbayar. Dulu yang berjualan produk kosmetik secara eceran, kini MS Glow sudah dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan pengguna MS Glow tidak hanya untuk kaum hawa saja, tapi ada juga produk khusus untuk pria, yaitu MS Glow For Men.

Dulu yang harus mengumpulkan dana Rp1 miliar dengan cara menjual aset untuk keperluan pengurusan pemesanan produk dan legalitas bisnis. Kini MS Glow telah memiliki omset milyaran.

Tentu saja omset yang didapat tidak hanya disimpan saja, Maharani dan Shandy terus melakukan inovasi membuat produk baru dan berkualitas, terbukti saat ini MS Glow sudah memiliki hampir 40 produk.

Memiliki Distributor dan Agen

Bahkan saat ini MS Glow telah memiliki banyak distributor dan agen di seluruh Indonesia. Bahkan MS Glow tak ragu-ragu untuk berdonasi senilai Rp2 miliar untuk membantu mengatasi wabah virus COVID-19 yang saat ini sedang terjadi.

Mereka memproduksi 100 ribu botol hand sanitizer, masker, dan 10 sterilisasi virus yang akan dibagikan kepada masyarakat. Pelajaran yang dapat diambil dari MS Glow untuk memulai bisnis kosmetik ialah perlu untuk memiliki ide dan konsep bisnis yang jelas.

Selain itu, mempersiapkan aspek legalitas juga harus menjadi hal yang diperhatikan oleh pengusaha. Bahkan Maharani dan Shandy rela menjual aset mereka untuk mengumpulkan dana guna memenuhi persyaratan dari perusahaan maklon produk MS Glow. Termasuk didalamnya pengurusan legalitas dari produk bisnisnya. (yab/eb)

Sumber: smartlegal.id

Related Articles

Back to top button